Anak saya baru saja masuk Pre-K (pre kindergarten) di sekolah negeri Amerika, sekelas dengan TK nol kecil.
Sekolah negeri (public school) di Amerika ini gratis. Penentuan siapa masuk sekolah yang mana berdasarkan lokasi tempat tinggal. Semakin bagus daerah tempat tinggal anda yang umumnya berarti semakin mahal juga, semakin bagus sekolah negeri di daerah itu.
Sudah agak lama agak tahu kalau sekolah di daerah kota (city) itu tidak sebagus kalau di daerah pinggiran kota (county). Namun karena alasan mobilitas (di county tidak ada transportasi umum), kami memilih tinggal di daerah kota. Maka dicarilah apartemen di daerah yang sekolahnya lumayan bagus untuk ukuran kota, namun masih mudah mencapai transportasi umum.
Masuklah anak saya ke sekolah 10 terbaik dari 160 sekolah di Baltimore City.
Jadwal sekolahnya pukul 7.45 – 14.25. Panjang sekali untuk ukuran anak 4 tahun menurut saya. Ini merupakan kebijakan Baltimore City sekolah full day mulai dari Pre K, untuk mengakomodir orangtua yang bekerja.
Kelasnya terlihat sangat menyenangkan. Ada beberapa ‘stasiun’ tempat bermain. Di satu pojok merupakan daerah ‘housekeeping’, terdapat alat-alat memasak lengkap dengan mainan kompor, kulkas, dan meja makan. Di pojok lain ada ‘library’, terdapat lemari buku cerita anak. Ada juga pojok ‘alphabet’, segala alat bermain yang berhubungan dengan huruf terdapat disini. 5 buah meja bundar dengan masing-masing dikelilingi oleh 4 bangku kecil, tempat duduk masing-masing anak. Tergelar juga selembar karpet besar untuk kegiatan ‘circle time’ yang umumnya berisi pembacaan buku atau bernyanyi. Karpet ini juga dipakai sebagai alas tidur ketika anak-anak memakai waktu ‘nap time’ (tidur siang).
Sampai sini ceritanya masih indah.
Saya baru terkaget-kaget ketika hari pertama di minggu kedua anak saya sekolah beliau membawa oleh-oleh. ‘Homework’ (PR), Bu!
Yaiks! Kecil-kecil di kasih PR?
Ok, yuk kita kerjakan.
Lagi-lagi.. Yaiks!
Menulis huruf A?!?!?! Membuat lingkaran di kertas kosong (bukan menjiplak)?!?!?!? Menulis nama sendiri?!?!!?! Serius 3 lembar PRnya.
Ya ampun.. saya kira PRnya mewarnai.
Apadaya, walaupun anak saya belum bisa memegang pensil dengan benar dikerjakan juga sang PR.
Dalam pikiran saya kalau PRnya seminggu tiga kali mungkin masuk akal juga.
Ternyata, keesokan harinya ada PR juga. Juga hari berikutnya. Dan berikutnya. Dari 5 hari sekolah, hanya hari Jumat beliau tidak diberi PR.
Sudahlah seharian (hampir 8 jam) disekolah masih membawa PR juga. Kapan mainnya? Kapan istirahatnya?
Jangan heran kalau orang Amerika tulisannya jelek-jelek. Belum belajar membuat ‘rumput’ dan ‘per’, sudah harus bisa menulis alfabet.
Karena saya pemercaya anak umur 4 tahun tidak perlu terlalu serius belajar. Saya cukup kecewa dengan sekolah negeri Amerika.
Kalau mau mendapatkan kurikulum yang banyak bermain, mungkin harusnya masuk ke sekolah swasta. Namun yang namanya sekolah swasta di Amerika terhitungnya mahal juga. Berkisaran $2.000/tahun – $15.000/tahun untuk Pre-K.
Jauh-jauh ke negara ‘super power’ Amerika, masak sekolah tetap harus masuk swasta.
Bagaimana dengan sekolah anak Anda?
halah…ternyata gitu Ndew?