serba-serbi
dipikir-pikir isinya ibu-ibu sekali…. (bapak-bapak gak usah takut gitu dong)Arsip untuk ibu & anak
Carseat 2
Dilihat-lihat, kok sepertinya tali carseat Dhika sudah berada di bawah bahunya.
Iseng-iseng diukur, ternyata beliau tinggal 1 cm dibawah batas maksimal tinggi badan yang bisa disangga sang carseat WALAUPUN masih jauh dibawah berat badan maksimalnya.
Mencari-cari info, ternyata sebaiknya sang anak masih memakai carseat dengan tali pengencang sendiri (bukan memakai seat beltnya mobil) hingga 4 tahun atau 20 kg sebelum kemudian pindah ke booster.
Yaiks! Mengingat harga carseat yang tidak murah gitu loh….
Jadi bingung….
Ternyata oh ternyata… daku sepertinya salah membeli…
Dahulu saya membeli carseat convertible untuk anak baru lahir hingga 20 kg dan tinggi 1 m. Dengan perhitungan ketika sang anak setinggi 1m, beliau adalah 20 kg. Mana saya tahu, beliau 1m nya belum 20 kg.
Jadi…
Kalau daku bisa mengulang lagi, maka pilihan pembelian carseat adalah:
1. Infant carseat (0-10 kg), dilanjutkan dengan carseat yang bisa diubah menjadi booster (10 kg – 40 kg)
ATAU
2. Convertible carseat tapi dengan batas ketinggian dan berat yang lebih (0-30 kg), dilanjutkan dengan booster
Yah.. begitu deh.. semoga menjadi pembelajaran buat teman-teman lainnya….
PENTING! ASI pada SATU JAM PERTAMA usia bayi
Baru mendapatkan link tentang Minggu Menyusui ASI kepada bayi
Diadakan tanggal 1-7 Agustus tahun ini. Agak telat saya menulis ini memang.
Hanya saja saya sangat tertarik dengan ide menyusui bayi pada satu jam pertama usianya.
Menurut salah satu selebaran didalamnya dinyatakan betapa pentingnya menyusui bayi pada satu jam pertama di usianya terutama dalam mengurangi angka kematian bayi dan menunjang keberhasilan pemberian ASI eksklusif.
Satu jam pertama usia manusia yang menakjubkan
Ketika bayi baru lahir yang sehat disimpan tanpa baju (kulit ibu dan anak berhubungan langsung)diatas perut dan dada ibunya seketika setelah lahir, mereka menunjukan kemampuan yang menakjubkan.
Mereka sadar, merangkak dengan rangsangan sentuhan ibunya menuju payudara. Mereka mulai memegang dan memijat payudara ibunya.
Sentuhan tangan dan kepala bayi pada payudara ibu akan merangsang oxytocin yang akan memulai produksi ASI dan memperkuat perasaan sayang pada sang bayi.
Lalu bayi akan mencium, mengulum, dan menjilat puting ibunya. Dan akhirnya dia akan menempel pada puting dan mulai meminum ASI.
Mengapa hubungan kulit ibu dan kulit anak pada jam pertama usia anak sangat penting?
1. Tubuh ibu membantu menghangatkan tubuh bayi, terutama untuk bayi yang terlahir kecil.
2. Bayi tidak terlalu stres, lebih tenang, dan memiliki nafas dan denyut jantung yang baik.
3. Bayi pertama kali bertemu dengan bakteri dari ibunya yang umumnya tidak berbahaya, dan ASI yang berisi zat penguat tubuh akan dapat melawan bakteri itu. Bandingkan dengan kemungkinan bakteri-bakteri lain yang mungkin ada di staf rumah sakit, alat-alat di rumah sakit, dan lingkungan.
4. Bayi mendapatkan kolostrum pada pemberian makan pertamanya, cairan yang sangat berharga untuk bayi.
- Kolostrum sangat kaya akan sel aktif imunitas, antibodi dan protein kekebalan tubuh lainnya. Bisa dikatakan kolostrum adalah imunisasi pertama bayi. Menjaga berbagai infeksi, dan membantu mengembangkan sistem kekebalan tubuh bayi.
- Memiliki faktor pertumbuhan yang membantu usus bayi untuk berkembang dan berfungsi secara efektif. Ini akan membuat mikroorganisma dan alergen lebih sulit masuk ke dalam tubuh bayi.
- Kaya akan Vitamin A, yang membantu menjaga mata dan mengurangi infeksi.
- Merangsang bayi untuk membuang hajatnya sehingga mekonium bisa dikeluarkan dengan cepat dari tubuhnya. Ini membantu membuang zat di tubuh bayi yang memproduksi jaundice (bayi kuning) sehingga dapat mengurangi kasus bayi kuning juga.
- Jumlahnya sangat sedikit, sesuai dengan kebutuhan bayi kecil.
5. Sentuhan, kumulan dan isapan pada pada payudara oleh bayi merangsang pelepasan hormon oksitosin. Ini penting karena
- Oksitosin membuat uterus berkontraksi. Dapat membantu pengeluaran plasenta dan mengurangi pendarahan pada ibu setelah melahirkan.
- Oksitosin merangksan hormon lain yang membuat ibu menjadi tenang, santai dan sayang pada bayinya. stimulates other hormones which cause
- Oksitosin merangsang aliran ASI dari payudara.
6. Ibu akan merasa sangat senang dengan pertemuan pertamanya dengan sang bayi, dan bapak akan mengalami kebahagiaannya juga. Mengawali proses keterikatan ibu dan anak.
Hubungan kulit ke kulit dan pemberian makan pertama dengan kolostrum bisa berhubungan dengan pengurangan angka kematian pada usia sebulan pertama manusia. Juga berhubungan dengan peningkatan ASI eksklusi dan lebih panjangnya pemberian ASI di bulan-bulan selanjutnya yang membuat peningkatan kesehatan dan pengurangan angka kematian juga.
Bagaimana menciptakan proses pemberian ASI di satu jam pertama usia bayi?
1. Berikan teman yang sensitif dan suportif untuk mendampingi ibu yang melahirkan.
2. Kembangangkan tindakan yang tidak melibatkan obat-obatan untuk membantu proses kelahiran (pijtatan, aromaterapi, pijatan air).
3. Perbolehkan ibu melahirkan untuk memilih posisi melahirkan.
4. Keringkan bayi yang baru lahir dengan cepat (tidak terlalu lama; red), menyisakan selaput putih alami (vernix) yang melindungi kulit baru bayi.
5. Letakan bayi kulit berhubungan dengan kulit di dada ibunya, menghadap ibunya, dan selimuti mereka berdua bersama.
6. Biarkan bayi mencari payudara. Ibunya akan merangsang bayi dengan belaiannya dan bisa membantu memposisikan bayi dekat ke putingnya. (jangan paksa bayi untuk mengisap puting)
7. Biarkan bayi kulit bertemu kulit dengan ibunya sampai proses makan pertama kali ini selesai selama dia mau.
8. Ibu yang melalui proses kelahiran dengan operasi juga seharusnya bisa memegang bayinya kulit bertemu kulit sehabis melahirkan.
9. Tunda tindakan yang mengganggu dan membuat stress. Bayi sebaiknya ditimbang, diukur, dan diberikan obat-obatan SETELAH diberikan ASI
10. Jangan berikan cairan sebelum susu atau makanan lain kecuali ada indikasi medis.
diterjemahkan dari sini
Catatan saya
- Jadi teringat cukup banyak orang di Indonesia yang saya kenal yang gagal memberi ASI kepada anaknya. Mungkinkah ini salah satu penyebabnya, mengingat seringkali rumah sakit memberikan susu botol sebagai pemberian makanan pertama pada bayi.
- Jaundice (bayi kuning) juga lebih sering terdengar di Indonesia daripada diantara teman-teman di Amrik sini, yang memang sepertinya memilki prosedur setelah dilahirkan bayi langsung disusui oleh ibunya
- Kalaulah bayi di Indonesia dinyatakan mengalami kekurangan gizi, jangan salahkan harga susu kaleng yang kian melambung. Ada ASI, sehat, bersih, super bergizi, gratis lagi.
- Sudah saatnya rumah sakit, praktek kebidanan, dan praktek-praktek ibu melahirkan lainnya memberikan hak ibu untuk memberikan ASI sebagai makanan pertama untuk anaknya. (maaf kalau sekarang di Indonesia sudah demikian, terakhir saya tahu masih belum)
- Sudah saatnya ibu yang akan melahirkan pun menuntut rumah sakit atau tempat melahirkan lainnya untuk memberikan haknya ini.
- Wah… anaknya sudah brojol… yah.. mungkin artikel ini berguna untuk anak yang berikutnya atau teman dan saudara lain yang memerlukannya.
- Saya dahulu bagaimana? Bisa dilihat ditulisan ini, Alhamdulillah dulu kebagian menyusui anak saya dalam satu jam pertama usianya. NAMUN tidak langsung setelah lahir, baru diberikan ke saya setelah beliau ditimbang, diukur ini itu, dibersihkan, dsb. Sepertinya kalau besok saya diberi rejeki melahirkan lagi, saya mau minta anak saya langsung disusui sebelum terkena tetek bengek rumah sakit.
hamil dan melahirkan di amerika
Ini sebenarnya cerita sudah basi, tiga tahun yang lalu. Semoga tidak banyak yang terlupakan dan salah ingat.
Hamil pertama di luar negeri jauh dari orangtua, ih.. serem…
Segala serba tidak tahu.
Saya ingat pertama kali ke dokter kandungan, ternyata diketahui usia kehamilan sudah tiga bulan (telat banget gak sih…)
Karena tidak ada orangtua yang selalu siap sedia untuk dijadikan referensi, internet dan buku menjadi tumpuan segala pertanyaan saya. Buku yang saya baca dan cukup bagus adalah ‘What to Expect When You Are Expecting’ berisi serba serbi kehamilan dirunut berdasarkan usia kehamilan.
Setiap bulan harus datang ke dokter kandungan. Dicek berat badan saya (dari kenaikan berat badan sepertinya diketahui besarnya pertumbuhan anak), tekanan darah saya, dan detak jantung sang jabang bayi.
Diberitahu harus meminum vitamin prenatal (vitamin hamil) dan tablet penambah zat besi. TIDAK pernah disarankan meminum susu khusus ibu hamil, tapi memang harus minum susu, susu murni.
Usia kehamilan empat bulan, saya di USG. Dilihat seberapa besar si anak, detak jantungnya diperhatikan juga, dan tentu saja jenis kelamin. Pada usia ini juga saya sempat ditawari untuk mengikuti Triple Screen atau Alphafetoprotein Test untuk mengetahui kemungkinan adanya kelainan pada calon anak. Tapi saya tolak, karena menurut dokternya bila diketahui ada kelainan pun tidak bisa diobati atau diperbaiki. Diketahui hasilnya agar orangtua bisa memutuskan untuk meneruskan kehamilan atau tidak;dan apabila diputuskan untuk dilanjutkan orangtua bisa lebih bersiap diri. Ah.. bikin panik aja kalau benar hasilnya buruk, masak iya mau digugurkan.
Usia kehamilan tujuh bulan, saya harus menjalani tes gula darah untuk mengetahui kadar gula pada saat kehamilan. Tes dilakukan dengan cara mengambil darah setelah saya diberi minuman khusus berisi gula. Apabila hasilnya melebihi yang seharusnya (yang mana saya dahulu iya), harus mengikuti tes lagi dengan cara yang sama hanya saja kali ini darah saya diambil setelah 30 menit, satu jam, 2 jam, dan 3 jam saya meminum cairan gula tadi. Apabila gagal dalam tes ini yaitu kadar gula darahnya masih berlebih (alhamdulillah saya dulu tidak), dianjurkan untuk menemui ahli gizi yang akan memberitahukan pola makan yang baik untuk menurunkan kadar gula darah ini.
Apa yang terjadi bila kadar gula darah terlalu tinggi?
Karena kadar gula darah ibu tinggi, kadar gula darah calon anak pun akan tinggi. Dengan kadar gula yang berlebih ini, gula yang tidak terpakai akan disimpan bayi menjadi lemak yang bisa menyebabkan bayi menjadi besar. Bayi besar akan mempersulit proses kelahiran dan memperbesar kemungkinan kelahiran dengan cara operasi caesar.
Usia tujuh bulan ini juga, kalau tidak salah saya di USG lagi. Untuk memastikan pertumbuhan bayi normal. Terutama dari ukurannya, apakah cukup besar, terlalu besar, atau terlalu kecil.
Memasuki usia delapan bulan, saya datang ke dokter kandungan setiap dua minggu. Seperti biasa untuk ditimbang, cek tekanan darah, dan cek detak jantung anak.
Sembilan bulan, setiap minggu saya melakukan pengecekan ke dokter.
Tiga minggu sebelum memasuki hari H, saya sudah mengalami pembukaan 2, disuruh menunggu hingga proses selanjutnya dirumah. Setelah dua minggu di pembukaan dua, dokter menyarankan untuk diinduksi karena menurut beliau takut anaknya terlalu besar mengingat suami yang ukurannya jauh diatas saya. Tapi saya tolak, karena memang belum masuk perhitungan hari H, yaitu 18 Agustus. Usut punya usut, ternyata usul induksi juga dilatarbelakangi untuk menghindari kelahiran di akhir minggu ketika dokter wanita semuanya sedang libur.
Seminggu sebelum hari H, masuk bukaan tiga, masih juga belum disuruh masuk perawatan bersalin.
Hari H. Setelah dalam tiga hari sekitar lima mall terarungi plus jalan kaki keliling kota cilik baltimore, akhirnya pada 17 Agustus, sehari sebelum waktu perkiraan, kontraksi yang ditunggu-tunggu datang juga. Kalau sudah berjarak setiap lima menit kontraksinya baru disarankan datang ke rumah sakit. Jangan minta dijemput ambulans katanya, karena dengan demikian akan dibawa ke rumah sakit terdekat, belum tentu rumah sakit pilihan kita.
Saya datang ke rumah sakit Mercy di Baltimore dengan berjalan kaki (kebetulan jarak rumah sakit hanya 300 m dari apartemen saya). Sudah mengalami kontraksi setiap 5 menit rasanya. Datang ke rumah sakit kemudian sedikit berurusan administrasi, saya dimasukan ke ruangan triage ruang tempat pasien dicek awal sebelum kemudian diputuskan tindakan selanjutnya. Ruangannya tidak terlalu besar, terdapat tiga tempat tidur pasien yang diberi tirai satu dan lainnya. Dilengkapi dengan alat yang memonitor kontraksi dan detak jantung anak gitu ya(duh.. lupa melulu).
Oh iya, sebelumnya diberi gelang plastik yang memiliki kode yang sama dengan gelang yang akan dipasang pada bayi. Gelang ini berfungsi untuk menghindari bayi tertukar, dan bayi yang diculik dari dari rumah sakit, karena setiap ada bayi yang keluar dari daerah ibu dan anak akan selalu dicek oleh petugas. Sang pembawa bayi harus memiliki gelang dengan nomor yang identik.
Setelah diputuskan saya tinggal (tidak disuruh pulang karena dinyatakan belum saatnya), saya dipindahkan ke ruangan bersalin. Ruangan ini sangat indah. Sangat tidak berkesan rumah sakit. Dengan warna warni wallpaper yang menarik. Lebih mengingatkan saya pada kamar hotel, hanya saja tempat tidur yang ada adalah tempat tidur untuk bersalin. Ada alat untuk memonitor kontraksi dan lainnya, ada boks bayi yang dilengkapi dengan lampu penghangat diatasnya untuk perawatan pertama bayi, timbangan, kamar mandi yang cukup untuk dimasuki kursi roda, dan sofa untuk penunggu proses kelahiran.
Proses kelahiran ini boleh ditunggui oleh dua orang penunggu. Saya ditemani oleh suami dan ibu yang Alhamdulillah bisa datang dari Indonesia.
Karena rumah sakit yang dipilih adalah tempat praktek calon dokter, saya bulak balik di cek oleh dokter jaga yang ditemani oleh salah satu calon dokter. Tiga jam setelah menanti diruang bersalin ini, akhirnya masuk pada bukaan 10, saatnya mengeluarkan si bayi. Staf yang bertugas adalah dokter jaga, dokter kandungan saya, calon dokter, dokter anak, dua orang suster (satu mengurus anak, satu mengurus saya).
Alhamdulillah tanpa obat, tanpa epidural- penghilang rasa sakit dengan cara diinfus ke dalam saraf tulang belakang- walaupun gratis. Salah satu penyemangat saya adalah cermin yang dipasang sedemikian rupa sehingga saya bisa melihat kepala anak saya keluar dari badan saya. Wah.. beneran ada anaknya…
Setelah lahir anak langsung diambil alih oleh dokter anak untuk dicek kondisinya, sementara saya masih dirawat oleh dokter kandungan. Setelah semuanya dinyatakan baik-baik saja, Dhika anak saya langsung diberikan kepada saya untuk disusui.
Satu jam lamanya saya masih tinggal di ruang bersalin setelah melahirkan, hal ini katanya diperlukan untuk memudahkan perawatan jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan terhadap saya atau bayi.
Setelah satu jam, baru saya dan bayi diperbolehkan pindah ke ruang rawat inap. Ruangan ini pun sangat nyaman. Satu ruangan untuk satu pasien (tidak tahu persis ada yang versi untuk beramai-ramainya atau tidak). Ada kamar mandi untuk pemakai kursi roda, wastafel, boks bayi, dan satu sofa yang bisa dijadikan tempat tidur untuk penunggu.
Bayi tidak pernah lepas dari tangan saya sejak dilahirkan. Dia hanya terpisah dari saya ketika akan disunat dan dicek kesehatannya. Setiap tiga jam sekali datang suster mengingatkan saya untuk menyusui anak saya. Selebihnya semuanya dilakukan sendiri. Mengganti popok untuk pertama kalinya, menyusui, mengganti baju anak, membelai-belai, menggendong, semua sendiri tidak ada campur tangan pihak rumah sakit. Meskipun demikian pihak rumah sakit siap membantu menjawab pertanyaan bila kita ada pertanyaan atau hal-hal teknis yang belum diketahui, pengerjaannya dilakukan sendiri.
Rumah sakit menyediakan ahli laktasi untuk membantu para ibu termasuk saya yang masih belajar menyusui anaknya sendiri. Artikel lebih lengkapnya bisa lihat di sini .
Dua malam tinggal di rumah sakit, pulang deh. Tidak semudah itu juga pulang. Selain masalah administrasi termasuk pengecekan gelang tangan, rumah sakit mengecek juga apa kita memiliki carseat yang memadai untuk membawa pulang bayi bila menggunakan mobil. Kalau tidak, bayi ada kemungkinan tidak boleh dibawa pulang.
Sedikit pengalaman, hampir tiga tahun yang lalu.
Bento, mengemas bekal makanan anak
Baru kedatangan teman mantan siswa di Jepang.
“Bawa bento”, katanya.
Apa sih bento? Jadi ingat Hoka Hoka Bento.
Bento itu ‘lunch box’ katanya lagi. Bekal makan siang.
Memakai boks plastik, relatif kecil dibandingkan boks makan siangnya suami. Ditata rapi nasi beserta lauk dan sayurnya.
Tidak lama berselang, saya mendapatkan link ini dari salah satu email. Versi lebih niat dan super lebih indahnya dari bento yang dibawa teman saya tadi.
Barangkali bisa menjadi ide untuk menyiapkan bekal makan siang anda atau keluarga. Daripada selalu jajan diluar untuk makan siang. Lebih irit, lebih sehat, diduga anak-anak akan senang memakannya, dan bikin iri orang lain yang melihatnya (tidak perlu malu lagi kalau bekal ke kantor) … heheheeheh.
pediasure, perlukah?
Minuman nutrisi tambahan ini sempat menjadi sahabat saya dan anak saya untuk beberapa waktu. Saat itu menurut standar amerika berat badan dhika agak kurang.
Dianjurkan dokternya untuk diberikan pediasure sebagai campuran minum susu, setengah bagian susu dan setengahnya lagi pediasure. Berat badannya lumayan bertambah, namun tidak nafsu makannya.
Kalau diperhatikan, satu botol pediasure itu memiliki jumlah kalori dan gizi anak yang cukup untuk menggantikan satu porsi makan. Wajar saja kalau nafsu makan anak tidak bertambah kalau diberi pediasure. Sudah kenyang dia.
Akhirnya karena lama-lama semakin terasa betapa mahalnya pediasure itu walau sudah membeli yang versi generiknya, Dhika dicoba untuk tidak diberikan lagi pediasure sebagai campuran susunya.
Alhamdulillah, porsi makan dia malah menjadi bertambah. Berat badannya? Menurut dokternya selama meningkat, tidak masalah.
Saya lebih suka ketika dia tidak minum pediasure, karena lebih banyak kemungkinan makanan yang masuk ke tubuhnya. Lebih bervariasi rasa dan teksturnya. Dan yang pasti saya tidak mau dia bergantung pada pediasure terus menerus (mahal gitu loh..
)
Saat ini, pediasure hanya dipakai kalau dhika sedang sakit hingga tidak mau makan.