serba-serbi

dipikir-pikir isinya ibu-ibu sekali…. (bapak-bapak gak usah takut gitu dong)

Air Susu Ibu

Sepertinya sejak jaman dahulu kala, jika saya berangan-angan mempunyai anak, saya bercita-cita untuk memberinya ASI. Lupa persisnya kenapa.
Alhamdulillah kesampaian juga.

Saya baru tahu kemudian, bahwa ada kasus-kasus gagal memberi ASI. Bukan ibunya tidak mau memberi, tapi tidak bisa. Kasihan sekali.

Saya tidak tahu bagaimana proses melahirkan di Indonesia, termasuk perawatan bayi hari-hari pertama ketika masih di tempat persalinan.
Berikut sedikit cerita tentang apa yang saya alami ketika saya melahirkan anak pertama saya di Amerika yang menurut saya sangat membantu keberhasilan saya menyusui ASI kepadanya.

Sejak umur kehamilan tujuh bulan kalau tidak salah, saya sudah diwanti-wanti oleh mamah untuk membersihkan puting, dengan cara diolesi baby oil dan kemudian dipijat seperti memeras kelapa (tapi jangan keras-keras). Katanya supaya terbuka lubang air susunya dan putingnya keluar (tidak ‘mendelep).

Sayangnya saya yang termasuk pemalas ini, sering lupa melakukan kewajibannya. Sehingga proses ini sepertinya tidak memberikan hasil yang maksimal.

Setelah membaca berbagai tulisan, akhirnya saya tahu bahwa ASI yang pertama kali muncul ketika bayi baru lahir sangatlah penting. Kolostrum namanya.
Menurut Wikipidea , kolostrum itu sangat kental, berwarna agak kekuningan, dan sangat lengket. Kadar lemak rendah, karbohidrat tinggi, protein tinggi, dan banyak antibodi. Penting untuk kesehatan bayi.
Sangat mudah dicerna, sehingga sangat cocok untuk makanan pertama bayi. Juga bersifat laksatif, sehingga memudahkan bayi untuk buang air besar, membuang bilirubin yang berlebih dan mencegah jaundice (bayi kuning).

Setelah melahirkan, bayi ternyata tidak pernah dibiarkan lepas dari pandangan ibunya. Selalu di ruangan yang sama, sejak di ruang bersalin sampai ke ruang rawat inap. Bayi selalu bisa didekap ibunya. Hal ini memberi kesempatan kepada saya untuk mencoba memberikan kolostrum yang berkhasiat itu.

Ternyata teori tak semudah prakteknya.

Saya dan bayi yang masih sama-sama amatiran (saya amatir jadi ibu, dia amatir jadi peminum susu) ini ternyata sama-sama harus saling belajar.
2 hari kita berjuang untuk keberhasilan ASI ini.

Karena sebelumnya saya bilang akan memberi ASI, suster sama sekali tidak mengeluarkan botol susu untuk memberi makan anak saya.
Yang dia berikan hanya mesin pemompa susu.

Jam-jam pertama, dicoba diberikan ASI langsung dari sumbernya, namun tidak berhasil. Salah satu penyebabnya adalah puting yang masih mendelep, jadi sulit untuk dicengkeram bibir bayi. Jadi sedikit menyesal kurang rajin memijit puting ketika masih hamil.

Kemudian suster menyarankan supaya ASI nya dipompa ke dalam cawan kecil, dari cawan ini kolostrum itu diberikan ke bayi seperti memberi minum ke kucing, dijilat-jilat oleh lidahnya.
Jadi tidak lewat botol susu. Hal ini untuk menghindari kebingungan puting, bayi hanya boleh tahu puting itu adalah yang punya ibunya bukan yang buatan pabrik.

Setiap 3 jam si anak harus diberi minum kata susternya.
Kalau malam-malam kita lagi terlelap, akan selalu datang suster yang membangunkan setiap 3 jam untuk mengingatkan kita menyusui anak.

Hari kedua, datang seorang ahli laktasi, mengajarkan caranya menyusui.
Karena belum bisa juga memakai puting ibunya, akhirnya dia ajarkan untuk dipancing memakai botol susu. Botol susu ini hanya dipakai untuk mengeluarkan sedikit air susu saja, sehingga bayi terpancing untuk membuka mulut lalu langsung dialihkan ke puting ibunya.

Sampai tiba saatnya pulang, proses menyusui masih juga belum berhasil.

Selama itu juga, jika tidak berhasil dipancing ke puting, si anak masih minum susu lewat cawan .
Hingga akhirnya pada hari ketiga atau keempat ya, Alhamdulillah berhasil juga.
Saya tidak tahu persis kenapa.
Tapi saya percaya tidak memberikan botol susu sama sekali itu termasuk yang membantu keberhasilan proses ini plus tentu saja doa dan kesabaran.

Links: FAQ menyusui

Iklan

2 Komentar»

  dydy wrote @

ndeww…makasih infonya…
mudah2an saya belom telat nih ngurus calon pemberi asi..

  hamil dan melahirkan di amerika « serba-serbi wrote @

[…] Setelah lahir anak langsung diambil alih oleh dokter anak untuk dicek kondisinya, sementara saya masih dirawat oleh dokter kandungan. Setelah semuanya dinyatakan baik-baik saja, Dhika anak saya langsung diberikan kepada saya untuk disusui. […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: