serba-serbi

dipikir-pikir isinya ibu-ibu sekali…. (bapak-bapak gak usah takut gitu dong)

Menyapih

Satu tahun lebih lamanya dhika di beri ASI penuh. Sangat jarang dia meminum susu selain ASI. Selain jarang diberi susu lain oleh ibunya ketika belum berusia setahun, ketika sudah lewat setahun pun dia masih belum mau minum susu non ASI. Sampai akhirnya ketika umur mungkin 14 bulan dia mau juga minum susu murni sapi memakai botol susu.

Sering dengar cerita, kalau menyapih itu sangat menyakitkan buat ibunya. Karena air susu yang biasa diminum si anak tiba-tiba tidak disedot lagi dan menuh-menuhin (membuat penuh) tempatnya. Bisa sampai panas dingin katanya.

Alhamdulillah saya diberi tahu teman, bahwa kalau menyapih itu lebih baik gradual, jangan sekaligus.

Jadi sejak mulai dhika bisa minum susu sapi, jatah ASInya memang saya kurang-kurangi. Dari yang 6 kali sehari, menjadi 5 kali, dan begitu seterusnya sampai akhirnya sehari hanya dua kali.

Kira-kira usia 18 bulan, minum ASI yang sehari dua kali itu dilihat-lihat sepertinya hanya menjadi obat tidur buat dia, bukan buat mengenyangkan perutnya. Diminum sebentar, tidak lama kemudian dia tertidur. Sehingga saya putuskan untuk menghentikan ASInya pada saat itu. Alhamdulillah tidak ada masalah. Susu saya tidak menggembung. Dhika juga tidak terlihat terlalu kehilangan susu ibunya.

Bagaimana caranya dhika tidur? huehehehe…sejak umur empat bulan.. jempolnya memang sudah menjadi salah satu sahabat dia tidur….(masuk ke mulut maksudnya)

No comments yet»

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: