serba-serbi

dipikir-pikir isinya ibu-ibu sekali…. (bapak-bapak gak usah takut gitu dong)

Ngemut jari

Ngemut jari jempol tangan lebih tepatnya. Hobi banget dhika. Mulai usia 4 bulan, mulai tangannya bisa berkelana ke mulut, mulai mulut menjadi indra utama, jempol tangan adalah sahabat setianya. Dalam suka dan duka, terutama duka sih… lapar… atau ngantuk…. jempol selalu di sana.. di mulutnya…

Awal-awalnya sih lucu.. terlihat pintar… ceritanya menjelajah tangan (exploring). Lama-lama ketagihan, kalau ditarik marah-marah.

Ditanyakan ke dokternya, gak apa-apa katanya, biar aja, nanti juga hilang sendiri. Itu hanya cara dia menenangkan dirinya. Kalau bisa coba digantikan dengan hal lain, boneka misalnya, sarannya.

Dicobalah diberi boneka, awalnya belum laku. Lama-lama.. boneka iya.. jempol pun iya…weleh-weleh…

Ketika dhika sudah disapih dari ASI, terasa juga untungnya dia ngemut jari. Jadi bisa tidur sendiri, tidak terlalu rewel.

Akhirnya terpikir ya sudahlah.. semoga nanti hilang sendiri.

Sampai pada suatu hari, ketika dhika sedang sibuk dengan jempolnya, salah satu omnya bilang ‘Wah, giman juga ya ndew”. Giman, apaan tuh?
“Gigi mancung”, katanya lagi.
Deg!
Langsung deh kepikiran.. kalau giginya betulan jadi mancung.. gak lucu juga kali ya…
Walau sempat berkelit, gak apa-apalah gigi mancung asal dia senang.. toh tinggal dikawatin kalau sudah agak besar.
Yang lebih menakutkan lagi sebenarnya kalau kebiasaan itu dibawa sampai besar. Yang mana adalah sering terjadi.

Sehingga, pada suatu hari, tanpa suatu rencana apapun, iseng-iseng saya plesteri kedua jempolnya kiri dan kanan.

Menurut beberapa pakar sebenarnya tidak dianjurkan karena dinilai ‘menyiksa’ si anak, mengambil sesuatu yang membuatnya nyaman. Dengan pikiran daripada dia lebih tersiksa lagi kalau sudah besar (malu gitu loh.. ngemut-ngemut jari di kamar kos-an) plus penghematan tidak usah memasang kawat gigi, nekat juga saya plesteri jari-jarinya.

Iseng-iseng berhadiah.
Kalau berhasil alhamdulillah,
kalau tidak berhasil, kita pikirkan lagi.

Sangat mengejutkan.
Hanya dalam dua hari saya plesteri jarinya, dhika lupa dia pernah punya hobi ngemut jari.
Serius, hanya dua hari.
Sangat diluar dugaan.
Selama dua hari itu dia beberapa kali mencoba memasukan jempolnya ke mulutnya tentunya, namun rasa dan teksturnya kan sudah berubah. Sambil digoda-godain, “ih, kok masuk ke mulut”. Lama-lama dia malas juga kayaknya.

Setelah dua hari berplester itu terkadang dia tidak sengaja memasukkan tangannya ke mulut, seperti menjilat sisa makanan, baru dia teringat lagi hobi lamanya. “Loh kok enak”, mungkin begitu pikirnya. Langsung ditarik tangannya dari mulut, dan saya plesteri lagi untuk sementara waktu.
Lama-kelamaan, cukup dengan ditarik dari mulut tangannya ditambah diberitahu itu jijik, dia tidak mengulangi lagi ‘ngemut jari’nya.

Alhamdulillah.

8 Komentar»

  dydy wrote @

aliefya udah mulai ngemut jempol juga tuh…

  ndew wrote @

kalau bisa dan rajin sih.. mendingan dicabut2 aja dari sekarang kali ya…biar gak keterusan…tp lucu kan..:D

  ira wrote @

bagus juga idenya..untung gak ada plester rasa stawbery..kalo ada, ngemut terus sampei jadi pemuda…he2..

  ninit wrote @

ahahaha… waktu kecil juga saya pengemut jari🙂

alde, baru lahir juga langsung ngemut jari…

like mother like son?

  ut wrote @

gile lu, ndew…
mosok jempol kau ganti dengan plester :))
Wah… btw, i miss u so so much… Kapan ya, ketemu lagi dan jalan2 cari pecel lele ke jepara? hehehe…

  ndew wrote @

–>ut said…

mba utien ya!!!
pakabar? kangen jg euy!!! mau! mau! pecel lele…

  ivonne wrote @

hi mbak ndew…lam kenal.
Anakku juga ngemut telunjuk kiri tuh…skrg dah 15 bulan. susah ilanginnya. Mau coba pake plester, tp plester apa sih mbak ? thanks ya

  ndew wrote @

halo mbak ivonne, salam kenal juga. kemarin saya pakai band aid deh kayaknya. yang buat membalut luka itu.selamat mencoba, semoga berhasil.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: