serba-serbi

dipikir-pikir isinya ibu-ibu sekali…. (bapak-bapak gak usah takut gitu dong)

Selamat tinggal mencuci botol susu

Setelah lewat usia satu tahun, dhika anakku dicoba diberi susu sapi murni sebagai tambahan dari ASI. Karena sebelumnya dia hampir tidak mengenal botol susu, jadi saya coba berikan susu lewat gelas anak (sippy cup). Namun tidak berhasil. Dhika mau minum air putih, jus, atau teh manis lewat gelas anak; tapi tidak susu. Sampai pada suatu hari dia menemukan botol susu dan terlihat tertarik memakainya. Langsung saya isi susu murni sapi dan dia mau meminumnya. Alhamdulillah.

Hingga usia hampir dua tahun, dhika minum tiga botol susu dalam seharinya. Pagi, sore, dan malam. Kadang dicampur Pediasure, demi menambah berat badannya yang menurut standar disini agak rendah.

Sampai pada suatu hari, kira-kira satu bulan sebelum ulangtahunnya yang kedua, saya merasa bosan dan lelah mencuci botol susu yang banyak pernak perniknya.

Saya coba untuk tidak memberikan susu di botol susu, melainkan di gelas. Satu hari, dua hari, dhika tidak mau minum susu sama sekali. Hal ini sudah diperkirakan oleh saya, tapi membuat suami saya sangat khawatir. Setelah bertanya ke sana sini, disimpulkan ternyata adalah wajar anak-anak minum susu lewat botol bahkan hingga mereka menginjak usia masuk SD.

Halah, mencuci botol susu sampai 4 tahun ke depan?? No way, Jose!
Tapi bagaimana lagi.. anaknya tidak mau minum susu.
Jadi, dengan target cukup sampai 2,5 tahun saja, saya teruskan dhika minum susu lewat botol susu.

Sampai tidak lama dari percobaan pertama itu, saya bertemu teman baru yang berprofesi sebagai babysitter. Paling senang bertemu teman babysitter, bisa banyak konsultasi. Beliau mendukung saya untuk melepas botol susu. Saya utarakan tentang dhika yang tidak mau minum susu sama sekali. Beliau meyakinkan saya bahwa dhika akan minum susu lagi, paling tidak dalam sebulan.

Setelah sepakat dengan suami, percobaan kedua dilaksanakan.

Kira-kira seminggu dhika tidak mau minum susu sama sekali. Namun setelah itu, Alhamdulillah dia mulai mau minum susu. Segelas dalam sehari, dua gelas, kadang-kadang tiga gelas juga. Ada kalanya dia tidak mau juga minum susu seharian, di saat lain bisa habis tiga gelas.

Berapapun itu, dia minum susu saja saya sudah senang, ditambah bonus ‘selamat tinggal mencuci botol susu’. (secara tanpa mencuci botol susu saja sudah banyak kerjaan–ciye.. sok sibuk betul!)

3 Komentar»

  mamadigi wrote @

wah penalamannya boleh ditiru juga tuh, maklum anakku, Digi, udah 2,5 tahun blom mau mimi susu pake gelas. Karena daripada ga mimi susu ya udah deh aku ikutin aja dulu sampai sekarang.
Tapi kayaknya aku mo nyoba juga tuh tipsnya.

Terima kasih

  Abigiel wrote @

Menurut saya sih,biasain anak minum d gelas saat ia uda mulai bisa duduk sendiri. Kan ada tuh gelas buat baby. Jd qta g perlu repot2 steril in botol melulu

  jaka wrote @

lho emangnya gelas ga perlu disterilin lg ya. hi…. byk kuman


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: