serba-serbi

dipikir-pikir isinya ibu-ibu sekali…. (bapak-bapak gak usah takut gitu dong)

wajan berkarat

Wajan terbesar saya yang cukup untuk memasak 5 piring nasi goreng saya beli di toko Vietnam di Philadelphia. Bentuknya hampir sama dengan wajan-wajan di Indonesia, hanya saja alasnya rata karena saya memakai kompor bertenaga listrik yg bentuk pemanasnya seperti kumparan obat nyamuk bakar. Wajan ini sangat tipis dan ringan, tidak seperti wajan-wajan di Indonesia yang rasanya lebih tebal dan lebih berat.

Sengaja membeli yang berwarna abu, sesuai warna logamnya dengan pemikiran kalau membeli yang berwarna hitam, tapi bukan teflon, maka kira-kira dicat, sehingga kira-kira lagi suatu saat catnya akan berlepasan.

Ternyata oh ternyata, bukan catnya berlepasan, karena memang tidak dicat; melainkan berkarat.
Sungguh wajan terburuk yang pernah saya lihat.
Setelah sekali pakai, dicuci, tidak lama akan berubah warnanya menjadi kuning.

Setelah mencari-cari di sana sini (internet), ditemukan cara mencuci dan menyimpannya yang sudah lolos tes di dapur saya.

Agar tidak perlu membuang tenaga menggosok sang karat, gosok wajan yang sudah dibersihkan dengan sabun menggunakan air cuka atau air jeruk nipis.
Karat akan lebih mudah hilang, tangan tidak letih.
Bilas dengan air.
Bisa dicuci lagi dengan sabun.
Lap hingga kering secepatnya.
Langsung diolesi dengan sedikit minyak, bisa menggunakan minyak goreng yang masih baru.
Simpan.
Kira-kira karat tidak akan muncul lagi sampai pemakaian dan pencucian berikutnya.

Dipikir-pikir ini masih ada hubungannya dengan reaksi-reaksi kimia yang jaman dahulu kala sempat ngelotok di kepala.
Hayoo… siapa yang masih ingat hayo….

No comments yet»

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: