serba-serbi

dipikir-pikir isinya ibu-ibu sekali…. (bapak-bapak gak usah takut gitu dong)

Arsip untuk Desember, 2006

saus tomat (Spaghetti Bolognaise)


Pada suatu hari, saya mencoba sebuah resep dari dapurbundanya almarhumah bunda Inong. Spaghetti Bolognaise namanya. Dicoba dibuat dalam rangka membantu mendokumentasikan resep-resep karya bunda Inong.
Karena syaratnya tidak mengubah resep demi keotentikan dokumen agaknya, saya mencoba sebisa mungkin dikerjakan sesuai resep.

Saya memilih resep ini dengan dasar terlihat mudah membuatnya dan bahan-bahannya mudah dicari diperantauan.
Ternyata oh ternyata, tak semudah yang dikira.
Masalah utama adalah dalam pemakaian bahasa.

Didalam resep itu tercantum bahwa salah satu bahan yang dipakai adalah saus tomat.
Kalaulah saya belum merantau seperti sekarang dan saya tidak tahu bahwa bunda Inong juga merantau di luar negeri sudah dapat dipastikan saya akan langsung mengambil saus tomat yang biasa dipakai sebagai rekan santap kentang dan ayam goreng.

Di negara perantauan saya ini, saus tomat temannya kentang dan ayam goreng itu tidak disebut ‘tomato sauce’, melainkan tomato ketchup.
‘Tomato sauce’ yang kalau diterjemahkan bebas adalah ‘saus tomat’, biasanya dikemas di kaleng, rasanya lebih asam daripada saus tomat dan lebih encer.
Hal ini yang membuat saya bingung. Saus tomat mana yang dimaksud oleh si empunya resep; ‘tomato sauce’ atau ‘tomato ketchup’.

Nah, dengan modal nekat dan siap membuat ulang kalau-kalau gagal. Dipakailah ‘tomato ketchup’ sebagai saus tomat yang tercantum didalam resep.
Entah benar atau tidak, yang jelas spaghetti bolognaisenya terlihat seperti spaghetti bolognaise.
Rasanya juga uennnak.
Tidak disangka dengan resep yang begitu simpel bisa menjadi seenak itu.
Semoga memang rasa itu yang dimaksud oleh bunda Inong.

Berikut resepnya:
Bahan:
250 gr spagheti (aku biasa pakai La Fonte)
keju parut secukupnya

Saus:
1 sdm mentega
75 gr bawang bombay, cincang halus
2 siung bawang putih, cincang halus
250 gr daging sapi cincang
1 sdt merica bubuk
1/2 sdt pala bubuk
1 sdt oregano + basil bubuk
100 gr saus tomat
50 gr pasta tomat
100 cc kaldu
garam

Cara:
1. Rebus spagheti sampai matang, angkat, tambahkan 1 sdm mentega, aduk rata, dinginkan.
2. Buat Saus:
Panaskan mentega, tumis bawang bombay, bawang putih sampai wangi.
Masukkan daging cincang, aduk-aduk sampai daging berubah warna.
3. Tambahkan semua bumbu, saus tomat, pasta tomat, kaldu, garam. Aduk-aduk
sampai daging matang, dan bumbu meresap.
4. Hidangkan spagheti dengan saus daging, lalu taburi keju parut.

Iklan

idul adha

selamat hari raya idul adha
semoga menjadi berkah untuk semua

mengungsi

mengungsi dari blogspot ke wordpress… semoga lebih baik dan lebih rajin diisi. amin.

tirai kamar mandi

Biasanya dipakai di kamar mandi yang memakai bak berendam atau yang memiliki air pancuran.
Digantung seperti gordyn dari kira-kira sedikit di atas kepala hingga sedikit dibawah betis.
Fungsinya kira-kira agar air tidak menyiprat ke tempat-tempat yang tidak diinginkan, ke gantungan handuk misalnya.

Jaman dahulu saya hanya tahu tirai kamar mandi itu bahannya plastik yang agak tebal. Ada yang bermotif, ada juga yang polos.

Belakangan saya baru tahu bahwa tirai kamar mandi ini ada juga yang terbuat dari kain. Dari mulai kain yang keplastik-plastikan seperti polyester, sampai kain katun.

Ternyata dengan memakai kain ini didapatkan keuntungan utama dapat mudah dicuci. Sehingga begitu terlihat kotor atau berjamur tidak perlu susah digosok atau dibuang. Cukup dicuci seperti mencuci pakaian.

Jika memiliki tirai kamar mandi kain yang bagus, ada baiknya dilapis lagi tirai kain yang lebih murah pada sisi tempat mandi sehingga kain bagusnya tidak perlu rajin-rajin dicuci.

Karena bahannya adalah kain yang dengan mudah bisa kita beli di mana saja juga mudah untuk memodifikasinya, tanpa harus membeli di toko pun semua orang sepertinya bisa membuatnya sendiri. Selamat mencoba.

Gambar: Ty Pennington Style Fiesta Shower Curtain, 100% katun

bahasa bayi

Baru nonton Oprah…(setelah sekian lama tidak…hehehehe)
Salah satu topiknya ada seorang ibu dari Australia bernama Priscilla Dunstan yang mengaku memiliki kelebihan dalam mengingat suara.
Dengan kelebihannya ini, beliau bisa menghafal bunyi-bunyi pada bayi yang ternyata berpola, bermakna, dan sama untuk semua bayi dari berbagai negara dan ras.
Suara-suara ini berlaku untuk bayi berumur 0 – 3 bulan.

Berikut pola suaranya:

‘neh’ = lapar
‘eh’ = sendawa
‘heh’ = tidak nyaman, mau pipis misalnya
‘owh’ = mengantuk
‘eair’ = sakit perut, mau buang air besar

Suara-suara ini terdengar jelas sebelum bayi menangis. Bila bayi menangis, artinya mereka sudah kesal karena permintaannya tidak dipenuhi.

Ada yang punya bayi? Selamat mencoba. Cerita-cerita ya… betul atau tidaknya teori ini.

temannya nasi india

Yang ini kisah kari berkuah yang isinya sayuran.

Bahan:
Kemarin disuguhi kentang dipotong dadu dengan kacang merah.
Saya mencoba memakai kentang potong dadu, kacang polong, wortel potong dadu, ditambah daging ayam cincang.

Bumbu:
Bawang bombay, dicincang
Bawang putih, dicincang
Jahe, dicincang
Biji jintan
Cabai bubuk/cabai halus
Kunyit bubuk/ kunyit halus
Ketumbar bubuk
Garam masala sedikit
Garam
Minyak untuk menumis

Cara membuat
Tumis bawang bombay, bawang putih, dan jahe.
Masukan daging cincang, masak hingga berubah warna.
Masukan bumbu lainnya sampai wangi.
Masukan sayuran.
Tambah air.
Masak hingga sayuran matang.

Kentang dan kacang yang dimasak hingga hampir hancur membuat kuah menjadi agak kental.
Kalau mau lebih kental, bisa ditambahkan dal (isi kacang-kacangan) yang juga dimasak sampai hancur.

Cara memakannya, kari ini disiram ke nasi india, dimakan deh. Atau dicomot (euleuh bahasa) menggunakan chipati (roti tipis bulat).

nasi india

Pada suatu hari bertandang ke rumah teman, Rashmi namanya. Disuguhi makanan nasi (saya menyebutnya nasi india), semacam kari berkuah isinya sayuran (Rashmi adalah vegetarian), kari kering sayuran juga, dan chapati (roti bulat tipis). Ennak…(makanan apa juga yang tidak enak kalau tidak perlu memasak dan gratisan 😀 )

Nah, ini kisah tentang nasinya. Saya tidak tahu persis namanya. Sepertinya ini bentuk paling sederhana dari nasi mereka yang kayaknya tidak pernah makan nasi putih. Belum sempat terfoto sudah habis duluan, Insya Allah kalau bikin lagi, difoto dulu.

Bahan:
Beras basmati
Biji jintan
Minyak
Garam sedikit
Kalau mau diberi bawang bombay boleh

Di dalam panci masukan beras, tambah air dilebihkan satu ruas jari tangan diatas berasnya.
Masukan sedikit minyak
Taburi biji jintan
Beri garam
Aduk
Rebus dalam panci tertutup sampai nasi matang
Setelah nasi matang, aduk nasi, buka tutup panci sampai uap dari nasi habis. (biasanya nasinya tidak lembek dan agak kering)
Hidangkan panas-panas