serba-serbi

dipikir-pikir isinya ibu-ibu sekali…. (bapak-bapak gak usah takut gitu dong)

melepas benda kesayangan

Anakku ketika berusia sekitar satu tahun meskipun lelaki memiliki sebuah boneka kesayangan yang selalu dia bawa ke mana-mana, termasuk berkendaraan. Berbentuk anjing, penuh dengan bulu seperti handuk, kecil, berwarna hijau. Kebiasaan ini berawal dari saran dokter untuk melepas benda kesayangannya yang lain yaitu jempol tangan yang masuk ke mulutnya. Cukup lama juga dia menyukai boneka ini. Iseng sedikit, tangannya membelai-belai si boneka.Sepertinya dia suka sensasi geli-geli di jarinya dari bulu-bulunya.

Untungnya sebelum dia jatuh cinta lebih jauh aku diberitahu harus diganti-ganti bonekanya. Jadi tidak ada boneka yang lusuh duluan karena terlalu sering dicuci atau karena tidak boleh dicuci. Sampai sekarang (2,5 tahun) dia terkadang masih suka terlihat membelai-belai bonekanya walau tidak spesifik boneka yang mana, tergantung mood. Persyaratannya hanya  empuk dan berbulu.

Dia juga punya selimut bulu kesayangan sejak yang kalau di rumah dibawa-bawa ke mana-mana, tapi selalu saya larang untuk dibawa ke mobil kecuali untuk perjalanan keluar kota. Sama dengan boneka, kepentingannya adalah si bulu-bulu itu terhadap tangannya.

Karena mulai khawatir saya belikan yang baru dengan motif yang dia suka (kebetulan dia lagi tergila-gila dengan tokoh ‘Cars’), dan sempat tidak diterima.

Akhirnya dipakai cara ‘kekerasan’, selimut lamanya itu disembunyikan (usia 26 bulan) dan langsung diberikan selimutnya yang baru.

Setiap kali ditanya selimut itu dimana saya bilang, “Ada disimpan, ini ada yang baru gambarnya bagus”. Lama-lama tidak ditanya lagi. Walaupun kalau sesekali selimut barunya kotor yang membuat selimut lamanya itu harus keluar (ntar tidurnya kedinginan gak ada selimut), mukanya selalu terlihat bahagia seperti ibunya kalau lagi ditraktir makan enak.. hehehehehe.

Sepertinya dia tidak akan keluar dari kesenangannya dengan benda berbulu dalam waktu dekat. Namun, selama bendanya bisa diganti-ganti… tidak masalah agaknya.

6 Komentar»

  nl:) wrote @

so, seems that since we were just a little kid, we learn that nothing last forever… have to let it go somehow?

but, i still have my lucky ‘key chain’ till now! alway there whenever i need something to hold on, to get a grip… and keep moving

  m’pri wrote @

kata mamahku dulu punya pengalaman yang sama. Gara- garanya ke dokter sambil nangis berce-nya ngga dibawa (berce:boneka beruang jelek berbulu kasar) kata dokter ngga bagus musti sedikit2 dipisahin, malemnya kita dipisahin, nangis2 tapi jadinya ngga ketergantungan. Bonekanya ngga dibuang, udah gede baru tau ceritanya, kok doyan yah ma boneka jelek itu.

  vidya wrote @

huhuhu, sampe saat ini belum ngalamin harus maksa melepas benda kesayangan, abis kayaknya raisha ga punya kesayangan tertentu. she is so plain as her father. tp kalo ntar harus maksa ngelepasin, kayaknya ga mampu deeeee hehehe… ga tegaan

  nila wrote @

mmmm…jadi ga boleh sama ya jeng bendanya?

inget dulu ade2 ku juga emang ga bisa lepas dari “emut” nya (dari bentuk boneka anjing bludru sampe berbentuk kayak lap kucel bin dekil)….ampeee gede…satu waktu ilang tuh ketinggalan di hotel….waduh….emang sakaw bgt…tapi dr situ pelan2 bisa lepas deh….

iya teh nila, lebih baik ganti-ganti barangnya.. biar gak seperti emut nasibnya.. kucel bin dekil😀

  arifkurniawan wrote @

Saya jadi banyak belajar, apabila punya anak nanti, jangan di’alemin ama benda-benda kesayang. Hehehe

  ira wrote @

ndew, nadya juga bloom lepas dari ‘selimut merahnya’ yang udah keliatan urat2nya.. hiks2


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: