serba-serbi

dipikir-pikir isinya ibu-ibu sekali…. (bapak-bapak gak usah takut gitu dong)

Arsip untuk Maret, 2007

pediasure, perlukah?

Minuman nutrisi tambahan ini sempat menjadi sahabat saya dan anak saya untuk beberapa waktu. Saat itu menurut standar amerika berat badan dhika agak kurang.

Dianjurkan dokternya untuk diberikan pediasure sebagai campuran minum susu, setengah bagian susu dan setengahnya lagi pediasure. Berat badannya lumayan bertambah, namun tidak nafsu makannya.

Kalau diperhatikan, satu botol pediasure itu memiliki jumlah kalori dan gizi anak yang cukup untuk menggantikan satu porsi makan. Wajar saja kalau nafsu makan anak tidak bertambah kalau diberi pediasure. Sudah kenyang dia.

Akhirnya karena lama-lama semakin terasa betapa mahalnya pediasure itu walau sudah membeli yang versi generiknya, Dhika dicoba untuk tidak diberikan lagi pediasure sebagai campuran susunya.

Alhamdulillah, porsi makan dia malah menjadi bertambah. Berat badannya? Menurut dokternya selama meningkat, tidak masalah.

Saya lebih suka ketika dia tidak minum pediasure, karena lebih banyak kemungkinan makanan yang masuk ke tubuhnya. Lebih bervariasi rasa dan teksturnya. Dan yang pasti saya tidak mau dia bergantung pada pediasure terus menerus (mahal gitu loh.. 😀 )
Saat ini, pediasure hanya dipakai kalau dhika sedang sangat sakit yang sampai tidak mau makan.

Silakan baca juga https://ndew.wordpress.com/2010/05/31/berat-badan-anak/

Pediasure VS susu

Iklan

susu untuk anak satu tahun ke atas

Bayi dianjurkan minum ASI.

Bila tidak bisa diberi ASI, maka bisa digantikan dengan menggunakan susu formula untuk bayi.

Setelah melewati ulang tahunnya yang pertama, bayi sudah diperbolehkan meminum susu sapi untuk memenuhi kebutuhannya atas kalsium, lemak, dan protein.

Susu mana yang dipakai?

Saya hanya tahu dokter anak di Amerika menganjurkan minum susu murni, yang cair, yang langsung datang dari sapi (sudah dipasteurisasi tentunya). Mereka menyebutnya ‘whole milk’ karena susunya masih memiliki kadar lemak yang lengkap. Untuk anak diatas dua tahun dianjurkan memakai susu yang sudah dikurangi kadar lemaknya, sepertinya karena kebanyakan anak amerika memiliki pola makan yang berlebih lemak sehingga asupan lemaknya harus dibatasi.

Bukan susu bubuk kaleng dengan tambahan zat ini dan itu, yang sudah melalui entah proses apa saja.

Tidak ada yang menjual susu kaleng dengan tambahan zat ini dan itu?

Ada. Tapi sangat tidak populer, karena belum pernah mendengar ada yang anaknya dianjurkan meminum susu selain susu murni sapi.

Darimana zat ini dan itu didapat oleh anak?
Dari makanan tentunya. Anak usia satu tahun ke atas pada dasarnya sudah boleh makan segalanya. Zat ini, vitamin itu, protein ini, dan lainnya bisa didapat dari makanan.

Jadi… mengapa harus membeli susu bubuk kaleng dengan zat tambahan ini dan itu… kalau susu murni saja sudah mencukupi (dengan asumsi susu murni harganya lebih murah daripada susu bubuk kaleng).

Ada yang bisa berbagi cerita tentang pemakaian susu untuk anak diatas satu tahun di negara lainnya?

Susu apa yang dianjurkan untuk usia berapa…. cerita-cerita ya…

posisi tidur bayi

IMG-20130214-WA0000Bayi terlahir dengan tengkorak yang lembut, dan masih bisa berubah bentuk. Dengan alasan ini, bulan-bulan pertama bayi harus diperhatikan posisi kepalanya. Jangan sampai kepalanya tertekan pada titik-titik tertentu terlalu lama, yang akan membentuk kepalanya menjadi rata (tidak bulat-‘peyang’) dititik-titik tertentu. Walau kalau dipikir-pikir lagi, kepala rata dibagian belakang akan mempermudah memasang sanggul dibandingkan dengan kepala bulat…hehehehe…

Dulu, ketika anak saya baru lahir disarankan oleh dokternya untuk tidur terlentang dengan kepala SELALU miring TANPA bantal. Miring ke kanan, bergantian dengan miring ke kiri. Dengan demikian kepala bagian belakang tidak terbebani yang mungkin membuat tulangnya menjadi rata. Pergantian arah kepala juga penting, sehingga tidak ada bagian yang lebih rata dari yang lainnya antara sisi kanan muka dan sisi kiri muka.

Selain waktu tidur, gunakan waktu bermain bayi anda dengan posisi telungkup yang juga akan memperkuat tulang leher dan tulang punggungnya sebanyak mungkin tentu saja dengan selalu diawasi. Hindari bayi terlalu sering menyandar pada satu sisi di tempat-tempat lainnya seperti di ayunan, stroler, atau carseat.

Tidur telungkup tidak direkomendasikan oleh dokter karena berdasarkan riset sekitar tahun 1990-an banyak bayi yang meninggal tiba-tiba terutama ketika tidur yang dikenal dengan Sudden Infant Death Syndrome (SIDS) dan tidur telungkup disebut-sebut sebagai salah satu penyebabnya. SIDS ini terutama menyerang anak 2-4 bulan. Walau saya percaya selama tidur telungkupnya terawasi, Insya Allah baik-baik saja (dhika tidur telungkup sejak usia satu bulan).

Hal lain yang perlu diperhatikan sehubungan dengan SIDS adalah tempat bayi tidur:

– Tidak boleh tidur di alas yang terlalu empuk yang memungkinkan badannya ‘tenggelam’ dan menutupi lubang hidungnya.

– Tidak menyimpan benda-benda empuk di sekitarnya, misalnya bantal, guling, atau boneka empuk

– Bila selimut dirasakan perlu, pasang hingga batas dadanya dan selipkan ujung-ujungnya dibawah kasur. Atau berikan pakaian yang lebih tebal, sehingga tidak diperlukan selimut.

Dengan mengikuti nasihat di atas, Alhamdulillah kepala dhika tidak peyang. Hal ini terjadi pada anak teman, yang ketika bayinya selalu tidur dirangkul pada sisi tertentu, sekarang kepalanya asimetris. Anak teman yang lain ketika tidur kepalanya selalu menghadap ke atas , sekarang kepala bagian belakangnya menjadi rata.

2012-03-22 08.55.34

Bagaimana dengan anak Anda?

sumber: http://www.babycenter.com

makanan bayi 6 – 8 bulan

Ditulis berdasarkan sedikit hasil baca-baca, dan sedikit pengalaman mengasuh satu anak. Mohon maaf bila ada kesalahan. Sangat dianjurkan untuk cek ulang ke sumber-sumber lainnya.

Pada usia ini bayi sudah bisa makan makanan padat. Jenis makanan yang diberikan juga lebih beragam selama disesuaikan kelembutan dan kekentalannya sesuai kebutuhan bayi dan tidak diberi garam atau gula.

Tanda-tanda bayi siap makan makanan padat

Ini adalah ciri-ciri yang perlu diperhatikan walaupun mungkin bayi anda belum melakukan semuanya

– Sudah bisa menegakkan kepala sendiri

– Bisa duduk dengan baik di kursi

– Bisa melakukan gerakan mengunyah

– Berat badan terlihat meningkat hingga kira-kira sudah dua kali lipat berat badan ketika lahir

– Terlihat tertarik pada makanan

– Bisa menutup mulut jika disodorkan sendok

– Bisa memindahkan makanan dari mulut bagian depan ke mulut bagian belakang

– Bisa menggerakan lidah, dan tidak lagi mendorong makanan keluar menggunakan lidah

– Terlihat masih lapar setelah diberi delapan hingga sepuluh kali ASI atau 1200 cc susu formula

– Mulai tumbuh gigi

Jenis Makanan

– ASI atau susu formula DITAMBAH

– Bubur sereal beras atau bubur tepung beras

– Dilanjutkan dengan sereal biji-bijan lainnya

– Bubur sayuran (misal: ubi manis, labu-labuan) atau bubur buah-buahan (misal: pisang, apel, pear, alpukat)

– Kaldu

– Produk susu sapi seperti keju

– Daging sapi, daging ayam, daging kambing, hati, dan ikan yang sudah dihaluskan. Ikan ada yang menganjurkan ditunda hingga lebih dari satu tahun karena berpotensi menimbulkan reaksi alergi

– Merah telur. Putih telur ada yang memperbolehkan sebelum satu tahun, ada juga yang menganjurkan ditunda hingga lebih dari satu tahun karena berpotensi menimbulkan reaksi alergi

– Tahu

Bagaimana

– Mulai dari bubur tepung beras yang sangat encer satu hari sekali, kira-kira sebanyak 1/2 sendok makan pada percobaan pertama. Mengapa beras? Beras memiliki resiko alergi yang rendah.

– Jika bayi sudah mulai terbiasa makan, bisa ditambah porsinya atau ditambah kekentalan buburnya. Lama kelamaan bentuk makanannya sudah tidak perlu terlalu halus, mirip seperti bubur untuk orang dewasa.

– Selalu berusaha memperkenalkan jenis makanan baru kepada bayi dengan mengingat waktu menunggu 4 hari untuk melihat apakan bayi memliki reaksi alergi terhadap makanan itu. Diawali dengan memberikan satu rasa setiap kali menambah menu. Apabila terlihat tidak menimbulkan reaksi alergi, hari-hari berikutnya bisa dicampur dengan rasa lain yang sudah ketahuan tidak menimbulkan reaksi alergi juga. Jangan batasi jenis makanan untuk bayi anda, meskipun itu makanan yang tidak anda suka.

– Beberapa orang menyarankan untuk memberikan sayuran terlebih dahulu sebelum diberikan buah-buahan, sehingga bayi tidak lebih lebih dahulu kenal manisnya buah.

– Bila bayi sudah terbiasa makan sekali dalam sehari, bisa ditambahkan menjadi dua kali dalam sehari dan kemudian menjadi tiga kali.

– Rangsang anak untuk mengunyah. Bila terlihat bayi bisa melakukan gerakan mengunyah walaupun belum memiliki gigi, bisa mulai diberikan diberikan makanan yang tidak terlalu lembut seperti potongan kecil pisang (tidak usah dilembutkan), potongan pepaya, mangga; atau juga makanan agak keras seperti potongan roti kering, wortel, apel, potongan keju, sehingga bayi tidak bisa menggigitnya hanya bisa menggerogoti. Biarkan mereka memegang dan mencoba menggerogotinya. Bayi tidak mengunyah makanan menggunakan gigi, melainkan ditekan oleh gusinya. Pastikan makanan yang diberikan kepada bayi tidak berpotensi untuk membuat dia tersedak dan selalu diawasi ketika makan. Membiasakan anak mengunyah sejak usia dini memudahkan dia untuk lepas dari makanan lembut.

Makanan yang dihindari

Madu. Tidak dianjurkan untuk bayi dibawah usia satu tahun, karena ada kemungkinan terkena bakteri Clostridium Botulinum. Bayi belum memiliki imunitas terhadap bakteri ini.

Garam. Makanan bayi sebaiknya tidak diberi garam karena belum kuat diproses oleh ginjalnya. ASI dan formula sudah mencukupi kebutuhan garam ditubuhnya

Gula. Biarkan bayi tidak terbiasa pada rasa manis yang bisa merusak giginya.

Kacang. Selain ada kemungkinan tersedak, kacang juga sangat berpotensial menimbulkan reaksi alergi

Susu sapi sebagai minuman. Tidak mencukupi kandungan lemak, nutrisi (terutama besi), dan kalori. Terlalu banyak sodium. Juga berpotensi menjadi alergen. Kecuali produk susu seperti keju, diperbolehkan setelah bayi berusia 6 bulan.

Catatan– Pada usia 6-8 bulan ini, ASI atau susu formula masih menjadi sumber utama makanan bayi. Makanan lain hanya sekedar tambahan.

– Selalu menunggu 4 hari untuk memperkenalkan makanan baru kepada , agar terlihat apakah bayi memiliki reaksi alergi terhadap makanan itu

sumber:

http://www.babycenter.com/

http://www.wholesomebabyfood.com

http://www.salt.gov.uk/babies_and_children.shtml

http://www.surgerydoor.co.uk/

http://www.health.state.mn.us/

dan sumber lainnya (lupa)

membuat makanan bayi sendiri

Sambil mengingat-ingat yang pernah dilakukan dua tahun yang lalu…..

Uhm… makanan bayi…

Tulisan berikut agaknya berlaku untuk bayi dibawah 8 bulan, yang masih memakan makanan lembut.
Di Amrik sini banyak sekali makanan bayi instan. Ada yang berbentuk tepung sereal dan juga makanan lembut berbagai disimpan di botol berukuran kira-kira satu porsi makan bayi. Bahkan sampai makanan balita pun ada yang instan. Tinggal masuk microwave, siap deh. (dipikir-pikir makanan mana yang tidak ada versi instannya di amrik.. hehehehe)

Baru tahu kemudian ketika pulang ke Indonesia ternyata di sana juga banyak makanan instan dalam bentuk tepung dengan berbagai rasa.

Demi pengiritan dan pemuasan hati (karena saya tidak yakin apa saja bahan-bahan yang ada di makanan instan itu, ada pengawetkah? cukup sayurkah? berlebih garamkah? berlebih gulakah?), saya memutuskan untuk meminimalisir pemakaian makanan bayi buatan pabrik kecuali untuk sereal karena dulu belum tahu ternyata bisa juga dibuat dirumah. Yang perlu diingat dalam membuat makanan bayi adalah JANGAN memakai garam atau gula, silakan baca ini untuk lebih lengkapnya.

Menyimpan makanan bayi

Dibekukan

Untuk mengurangi pekerjaan memasak untuk bayi, dan terbuangnya makanan lebihan bayi (bayi makan sangat sedikit), berbagai makanan bayi bisa dimasak dalam jumlah banyak lalu di bekukan di lemari es. Dengan cara ini , makanan bisa tahan agak lama. Perlu diingat juga tidak semua makanan bisa dibekukan, beberapa berubah teksturnya setelah masuk lemari pembeku seperti tahu. Silakan mencoba sendiri mana yang tetap baik dibekukan, mana yang tidak.

makanan bayi beku

Cara membuat:

1. Masak makanan bayi (satu macam, misal: apel) hingga berbentuk bubur lembut

2. Tuang ke dalam plastik pencetak es batu

3. Tutup plastik bila perlu

4. Simpan di lemari pembeku es (freezer)

5. Setelah beku, keluarkan dari plastik pencetak es batu, simpan ke dalam kantong plastik yang sudah diberi nama jenis makanan (misal: bubur apel) dan tanggal pembuatan di bagian luarnya.

6. Simpan kembali di lemari pembeku

7. Gunakan makanan yang sudah beku sesuai kebutuhan bayi. Misal satu atau dua buah hasil cetakan dengan satu atau lebih rasa dipadukan. Biarkan mencair dan hangatkan kembali sebelum dipakai.

Didinginkan

Makanan bayi bisa juga dibuat dengan jumlah sedikit, lalu setiap sisa makanan disimpan di lemari pendingin (refrigerator). Makanan yang didinginkan di lemari pendingin sebaiknya tidak dipakai bila sudah melebihi 48 jam (beberapa orang mengatakan bisa tahan hingga 72 jam).

Jangan memberi makan bayi langsung dari tempat menyimpannya. Ambil sedikit ke piring, bila kurang bisa ditambah. Air liur bayi yang menempel di sendok makannya bisa membawa bakteri yang membuat makanan menjadi cepat rusak.

Bubur tepung beras

Tidak tahu persis bisa atau tidak memakai tepung beras sudah jadi, yang jelas bisa membuat tepung beras sendiri dari beras.

Tepung beras dimasak hingga matang, kira-kira 15 menit. Sesuaikan kekentalannya dengan kebutuhan bayi anda.

Sereal beras buatan pabrik

Kandungannya gizinya sama saja dengan bubur tepung beras bahkan lebih sedikit karena sereal beras buatan pabrik ini sudah diolah terlebih dahulu dengan cara dicuci berkali-kali, dimasak, dan dikeringkan yang mengakibatkan banyak kandungan gizi yang terbuang dalam proses pengolahan.

Hanya saja, sereal buatan pabrik ini sangat mudah dalam pemakaiannya karena tidak perlu dimasak lagi.

Kaldu

Kaldu adalah benda penting yang sebaiknya dimiliki setiap saat terutama ketika bayi sudah bisa memakannya. Bisa kaldu ayam, atau kaldu daging. Banyak yang menyarankan membuat kaldu dari kaki ayam karena memiliki kandungan gizi yang tinggi. Karena lebih awet, lebih baik dalam bentuk beku. Gunakan seperlunya sesuai dengan kebutuhan.

Untuk pemakaiannya, tinggal didihkan ulang kemudia masukkan bahan-bahan makanan lainnya seperti sayuran, daging, tahu, keju, apapun ke dalamnya. Rebus sebentar, haluskan sesuai dengan kebutuhan bayi. Selesai.

Bubur sayuran

Pada dasarnya bisa menggunakan sayuran apapun. Umbi-umbian, labu-labuan, daun-daunan, brokoli, bunga kol, wortel, biji kacang-kacangan misalnya kacang hijau yang sudah dibuang kulitnya, tahu.

Cara membuat:

1. Sayuran dikupas, dipotong-potong, lalu dimasak; bisa direbus atau dikukus (dikukus lebih baik, karena gizinya tidak terbuang ke air). Untuk biji kacang hijau bisa direbus hingga halus.

2. Sayuran matang dihaluskan, bisa menggunakan blender atau disaring sesuai kebutuhan anak. Bila menggunakan blender, gunakan air sisa rebusan sayuran sebagai cairan memblender. KECUALI untuk air sisa rebusan wortel dan daun hijau karena memiliki kandungan nitrat yang tinggi.

3. Siap pakai, atau disimpan.

4. Tambahkan bubur beras atau sereal ketika akan dipakai bila dirasa kurang kental.

Bubur buah-buahan

Beberapa buah ada bisa langsung dimakan tanpa harus dimasak (pisang, alpukat). Untuk buah-buahan yang agak keras (apel, pear) sebaiknya dimasak terlebih dahulu. Proses pembuatannya sama dengan membuat bubur sayuran.

Beberapa buah akan berubah menjadi kecoklatan apabila disimpan. Untuk menghindari hal ini, bisa diberikan sedikit perasan lemon sebelum bubur buah-buahan akan disimpan.

sumber:

http://www.wholesomebabyfood.com

http://www.surgerydoor.co.uk/

dan beberapa buku ‘Baby’s Food’ (lupa)
gambar sumbangan dari: ridha dan yanti (muakasih…)

makanan bayi 4 – 6 bulan

Ditulis berdasarkan sedikit hasil baca-baca, dan sedikit pengalaman mengasuh satu anak. Mohon maaf bila ada kesalahan. Sangat dianjurkan untuk cek ulang ke sumber-sumber lainnya.

Pada usia ini biasanya bayi sudah mulai siap makan makanan padat, walau beberapa ahli menyarankan untuk tetap hanya memberikan ASI atau formula hingga 6 bulan untuk mengurangi resiko alergi terhadap makanan selain ASI dan formula.

Tanda-tanda bayi siap makan makanan padat

Ini adalah ciri-ciri yang perlu diperhatikan walaupun mungkin bayi anda belum melakukan semuanya

– Sudah bisa menegakkan kepala sendiri

– Bisa duduk dengan baik di kursi

– Bisa melakukan gerakan mengunyah

– Berat badan terlihat meningkat hingga kira-kira sudah dua kali lipat berat badan ketika lahir

– Terlihat tertarik pada makanan

– Bisa menutup mulut jika disodorkan sendok

– Bisa memindahkan makanan dari mulut bagian depan ke mulut bagian belakang

– Bisa menggerakan lidah, dan tidak lagi mendorong makanan kelur menggunakan lidah

– Terlihat masih lapar setelah diberi delapan hingga sepuluh kali ASI atau 1200 cc susu formula

– Mulai tumbuh gigi

Jenis Makanan

– ASI atau susu formula DITAMBAH

– Bubur sereal beras atau bubur tepung beras

– Dilanjutkan dengan sereal biji-bijan lainnya

– Bila sudah terlihat bisa makan, bisa ditambah bubur sayuran (misal: ubi manis, labu-labuan) atau bubur buah-buahan (misal: pisang, apel, pear, alpukat)

Bagaimana

– Mulai dari bubur tepung beras yang sangat encer satu hari sekali, kira-kira sebanyak 1/2 sendok makan pada percobaan pertama. Mengapa beras? Beras memiliki resiko alergi yang rendah.

– Jika bayi sudah mulai terbiasa makan, bisa ditambah porsinya atau ditambah kekentalan buburnya.

– Bisa menambahkan menu baru kepada bayi. Satu rasa setiap kali menambah, jangan dicampur. Tunggu 4 hari untuk memperkenalkan makanan baru kepada anak, agar terlihat apakah bayi memiliki reaksi alergi terhadap makanan itu.

– Beberapa orang menyarankan untuk memberikan sayuran terlebih dahulu sebelum diberikan buah-buahan, sehingga bayi tidak lebih lebih dahulu kenal manisnya buah.

Makanan yang dihindari

Madu. Tidak dianjurkan untuk bayi dibawah usia satu tahun, karena ada kemungkinan terkena bakteri Clostridium Botulinum. Bayi belum memiliki imunitas terhadap bakteri ini. Kalau mau tahu lebih lanjut tentang botulinum silakan baca ini . Kira-kira menurut tulisannya bisa mengakibatkan lumpuh karena dia meracuni saraf.

Garam. Makanan bayi sebaiknya tidak diberi garam karena belum kuat diproses oleh ginjalnya. ASI dan formula sudah mencukupi kebutuhan garam ditubuhnya

Gula. Biarkan bayi tidak terbiasa pada rasa manis yang bisa merusak giginya.

Kacang. Selain ada kemungkinan tersedak, kacang juga sangat berpotensial menimbulkan reaksi alergi

Susu sapi sebagai minuman. Tidak mencukupi kandungan lemak, nutrisi (terutama besi), dan kalori. Terlalu banyak sodium. Juga berpotensi menjadi alergen. Kecuali produk susu seperti keju, diperbolehkan setelah bayi berusia 6 bulan.

Makanan yang dihindari hingga usia 6 bulan

Gandum dan segala produknya. Alergen (bisa menimbulkan reaksi alergi)

Telur. Alergen, terutama bagian putihnya yang memiliki banyak kandungan protein.

Ikan-ikanan. Alergen

Buah-buahan asam, seperti jeruk, anggur, nanas. Perut bayi belum kuat untuk diberi makanan asam

Catatan

– Pada usia 4 – 6 bulan ini, ASI atau susu formula masih menjadi sumber utama makanan bayi. Makanan lain hanya sekedar tambahan.

– Belajar makan adalah yang hal yang terpenting pada usia ini. Jangan khawatir jika bayi anda hanya makan sedikit atau tidak mau makan sama sekali. Coba lagi di lain waktu.

– Kalau bayi terlihat mendorong makanan dengan lidahnya, mungkin bayi belum siap menerima makanan padat.

– Selalu menunggu 4 hari untuk memperkenalkan makanan baru kepada , agar terlihat apakah bayi memiliki reaksi alergi terhadap makanan itu.

baca juga:

membuat makanan bayi sendiri

lihat juga:

keperluan anak anda

sumber:

http://www.babycenter.com/

http://www.wholesomebabyfood.com

http://www.salt.gov.uk/babies_and_children.shtml

http://www.surgerydoor.co.uk/

dan sumber lainnya (lupa)

makanan bayi 0 – 4 bulan

Ditulis berdasarkan sedikit hasil baca-baca, dan sedikit pengalaman mengasuh satu anak. Mohon maaf bila ada kesalahan. Sangat dianjurkan untuk cek ulang ke sumber-sumber lainnya.

Ini hanya sekedar gambaran kasar, tidak perlu khawatir jika anak anda makan lebih atau kurang dari jumlah yang tertulis.

Jenis makanan

– Hanya ASI atau susu formula

– Karena sistem pencernaan belum sempurna, sangat tidak dianjurkan memberikan makanan padat

Jumlah makanan

– Ikuti perilaku bayi. berikan makanan sesuai keinginan mereka

– Empat hari pertama, bayi akan menyusui ASI kira-kira 15 kali sehari

– Hingga usia tiga minggu, ASI diberikan paling sedikit setiap dua hingga tiga jam sekali atau delapan kali sehari

– Jika anda menggunakan formula, berikan kira-kira 160 cc formula setiap kilogram berat anak selama 24 jam. Misalnya berat anak 5 kg, maka dia sebaiknya minum total 800 cc formula selama sehari.

– Banyaknya pemberian formula setiap kali minum tergantung pada usia anak. Semakin besar, semakin banyak juga susu yang diminum setiap kalinya.

Catatan

– Pemberian makanan pada anak anda dirasa kurang apabila berat badan anak tidak meningkat dan kurang membuang air besar (hingga usia satu bulan, bayi kira-kira tiga kali membuang air besar dalam sehari)

– Peningkatan berat badan anak sekitar 30 gram per hari hingga usia tiga bulan

sumber: http://www.babycenter.com