serba-serbi

dipikir-pikir isinya ibu-ibu sekali…. (bapak-bapak gak usah takut gitu dong)

individualistis

Uhm.. apa ya artinya…

Hanya peduli diri sendiri, gitu ya?

Tinggal di negeri paman sam cukup membuat saya terkaget-kaget terutama masalah perbedaan budaya. Salah satu perbedaan yang mencolok buat saya adalah sifat individualistis ini. Tidak peduli orang lain, yang membuat kekerabatan penduduk setempat terlihat sangat rendah.

Ada orang memakai pakaian setengah telanjang, tidak akan ada orang yang protes. Hak dia katanya, urusan dia katanya.

Mendengar orang teriak-teriak berantem dijalan, bukannya dilerai, malah bersembunyi. Takut dituduh ikut campur katanya.

Bahkan orangtua hampir tidak punya hak terhadap anaknya ketika mereka melewati usia 18 tahun. Sudah mandiri dan dewasa katanya. Dan rasanya menurut undang-undang setempat sudah memiliki hak untuk memilih untuk kepentingan dirinya. Mau baik, mau buruk, bukan urusan orangtuanya lagi.

Apa yang terjadi?
Menurut saya sih mengerikan.

Tidak ada yang bisa atau boleh atau harus mengingatkan orang ketika mereka bersalah, karena ‘bukan urusan kamu’ atau ‘bukan urusan saya’. Adalah sah untuk bilang ‘none of your business’ atau ‘none of my business’.

Bagaimana kalau tersesat? Yah.. tersesatlah…

Saya lebih suka, kalau saya berbuat salah ada yang mengingatkan.

Saya lebih suka, kalau saya tersesat ada yang menunjukan jalan yang benar.

Walaupun saya akan bilang ‘bukan urusan anda’

Tapi anda bisa bilang ‘INI URUSAN SAYA’

Karena

Demi masa.

Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian.

Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat-menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat-menasehati supaya menetapi kesabaran.

(QS. Al-Ashr :1-3)

Iklan

18 Komentar»

  agga wrote @

tapi kalo gitu, kok amerika bisa maju dan makmur ya? malah sistem pendidikannya banyak ditiru di mana2. heran juga…

Saya sempat kaget juga waktu pertama kali ke amrik, ternyata banyak gelandangannya, padahal gembar-gembornya amrik negara maju dan makmur. Teuteup aja.. ada yang kaya, gak sedikit juga yang miskin dan terlilit hutang bahkan bangkrut yang saking bangkrutnya sampai-sampai diusir keluarga karena memberatkan (tidak berpenghasilan), jadilah gelandangan.
Sistem pendidikan…. belum ngalamin sih ya.. yang jelas.. kabarnya public school itu gratis bahkan buku teks pun dibagikan gratis. Namun kalaulah ada orang yang memiliki uang lebih, dia lebih memilih anaknya masuk sekolah swasta dengan salah satu alasannya adalah supaya anaknya ‘lebih belajar’.

  nila wrote @

saya juga lebih suka kalo ada yg mengingatkan…….

meski kadang menyakitkan…..tp setidaknya…ada warning yg bs di jadikan alarm…..

  dedex wrote @

disana kayak gitu to? beda kayak di TP. dimana kalo di TP digambarkan hubungan antaar anak dan orang tua sangat harmonis walaupun udah lebih dari 18 tahun. kayak pembalap Moto GP Nicky Haiden, udah segede itu ibu masih mendapinginya..ketika Nicky membalap

  nl:) wrote @

once i wrote the same kind of lines… feed back yang gue dapet… NONE…
yah… hehe…

kemaren temen gue sempet panik gue ingetin tentang menjaga lisan…aduh..besoknya yang tadinya cerewet (ceria) jadi diem… gue jadi yang merasa ngak enak hihihi… dia sangka gue marah sama dia…

tapi katanya tampang gue akhir-akhir ini ‘ketarik’ melulu… alias tampang jutek… lagi serius terus katanya…

yah… memang cara dan waktu penyampainnya mungkin kurang tepat… tetapi bagaimana lo memutuskan kapan lo harus bicara toh… jika sudah telat? sebelum terjadi?

entah

  nadia wrote @

Hai Ndew… aku tak menemukan shou
tboxmu nih, jadi di sini aja yah….

Sekarang aku tinggal di Terusan Ekologi 1, yang jalannya buntu itu. Ntar kalo mudik ke Bandung, main yah… ajak Dhika juga… biar kenalan ama Adin, Alyssa and Acha…

  lilyardas wrote @

“Ada orang memakai pakaian setengah telanjang, tidak akan ada orang yang protes. Hak dia katanya, urusan dia katanya.”

Tapi Ndew… kok gue di sini pake jilbab jadi bahan perhatian orang, disangka alien kali ya, sempet juga ada yang nanya “kok kepala ditutupin?” apa harus saya jawab “freedom of expression” yang diagung2kan Amerika itu? 😀

  ndi3 wrote @

Assalam. ibuuuuuuuuuuu….heheh..:-))) ketemu link loe dari lily.
mau sok komentar juga ahhhhhhhh:
ente punya pengalaman dan latar belakang beda dengan mereka. mereka ndak tau perspektif lain tentang ‘… ini urusan siapa…’. berbahagialah .. karena ente tahu. Gak usah jauh ke sono.. liat di negeri kita sendiri; berapa banyak ibu2x yang pakai jilbab rapat mengantar putrinya memilih tanktop di mall?
gue takut sekali anak gue -berkat sumbangsih lingkungan- akan lebih hebat [baca: nilai negatifnya] ketimbang orang tuanya…. sigh :-((

  m’pri wrote @

kecuali emang selalu lebih sedikit…
semua tomat busuk kecuali yang seger, banyakan yang busuk ya…berbahagialah yang saling menasehati

  rezaachmad wrote @

yapz untunglah kita indonesia masih jauh dari individualis. keep it foreva ollrite

  mamah ani wrote @

sempet kaget juga ketemu gelandangan kotor jorok yang tiduran persis ditaman depan white house…inikah negara adikuasa ?
soal demokrasi, bukankah kebebasan seseorang dibatasi pula oleh hak orang lain ? orang kan nggak bisa teriak teriak seenaknya kalau kita terganggu…orang nggak bisa berantem didepan hidung kita kalau kita terganggu, iya nggak ?
pokoknya, individualistis….iiiih ceyyyeeemmmm, jauh jauh deh dari kita..
peribahasa si mamah : sareundeuk saigel sabobot sapihanean…terjemahannya apa ya ?

  vidya wrote @

hmmm, kayaknya di jakarta juga sudah mulai begituh daaa; urusan masing2 – takut disangka ikut campur.

  Nila wrote @

Ndew….damang? kapan2 mau nganjang ka bumi Ndew ah pake om gugel earth…hehe….

pangestu teh, alhamdulillah. hayu atuh iraha nganjang nganggo pesawat?

  wieda wrote @

wow……jadi ingin ikutan komentar…..kebetulan aku tinggal di Canada…tapi ngga semua seperti yg digambarkan NDEW, kawan2 ku banyak yg care sama anak2 nya…bahkan mereka umur 22 dan sudah mahasiswa masih tinggal dirumah, dan dibiayai oleh ortunya (dua2nya bule looh), banyak juga yg punya prinsip menjaga kesucian mereka sampai menikah….walau kadang diketawai kawan2 nya yg lain…..ah…yg saya lihat di Indonesia ..kumpul kebo kayanya jamak juga..liat aja di tempat kos2 an……he he he….

pernah liat dokumentari buatan Michael Moore “Bowling For Columbine”, ada sedikit cuplikan yang membandingkan amerika dan kanada di daerah perbatasan. di amrik smua pintu rumah terkunci rapat, sementara di kanada gak ada pintu rumah yang terkunci. Kayaknya budaya orang amrik sama kanada itu agak2 beda ya, diduga lebih ‘asik’ orang2 Kanada walaupun sama-sama bule.
“yg saya lihat di Indonesia ..kumpul kebo kayanya jamak juga”
Ini dia yang perlu dihindari…semoga kita semua BERANI mengingatkan menasihati orang lain untuk berbuat kebaikan (biasanya kalau berani bilang ke orang lain, dirinya sendiri gak akan ngelakuin). Jangan sampai yang salah itu menjadi benar hanya karena didiamkan.

  corsairs wrote @

http://www.help.com

bisa liat dunia dari sudut pandang orang2 yg bermasalah & tolong mereka kalau kamu bisa.

Dito

  pannita wrote @

Kalo di Surabaya ada cewek jalan-jalan di mall pake celna pendek ( miniiiiiim banget ) pasti udah banyak yang ngeliatin dan pasti bikin jengah si pemake tapi kalo di Jakarta mah udah biasa… apalagi di Bali. Makanya artis-artis paling suka tinggal di Jakarta atau berlibur ke Bali daripada ke Surabaya.

Saya personally tidak suka Bali dan enggan tinggal di Jakarta. Saya butuh lingkungan yang ditinggali manusia asli bukan plastic

Salam kenal mbak

salam kenal juga…makasih berita dari surabaya nya… jadi kangen es krim zangradi ya namanya?

  andre JMD wrote @

NDEEEEEEWW KANGAENN:d,. SAPA COBA
ini andre Pramuka, JMD, tea:P
ternyata kita saudaraan yah:D,. kenal aki emuh kan, yang di apa namanya deket mesjid teh:P

salam

  dydy wrote @

ndew…pasang shoutbox lagi dong.
oya, blom mampir udah mau pindah lagi ya..hehe. sebetulnya di sini enak lokasinya, sayang karena bangunan tua jadinya banyak celah2 buat tikus sama kecoa..nyebelin. hate them. sekarang tambah lagi masalahnya : mold.
tiap mau pindah masalahnya mold..hehehe aya-aya wae…

ya ini mo cari 2 bedroom biar kamar bisa misah sama kantor…doain lancar ndew

  imgar wrote @

menasehati juga tapi harus liat kondisi. kalo org yang dinasehati mood nya gak bagus, malah bisa jadi berantem tuh..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: