serba-serbi

dipikir-pikir isinya ibu-ibu sekali…. (bapak-bapak gak usah takut gitu dong)

Arsip untuk Februari, 2008

Serius bikin sendiri (roti boy)

rotiboy_ndew

Bisa dilihat dari fotonya, serius bikin sendiri gak bohong. Ada loyangnya kan… heheheh…

Akibat pingin, karena Dhika suka, sebab penasaran… akhirnya membuatlah sang roti boy.

Mengambil resep sang roti dari sini

, sementara resep topping dan isinya dari sini.

Rotinya lembut (padahal belum pakai bread improver dan madu), toppingnya juga krauk krauk. Yum.

Ini hasil kompilasi dari kedua resep di atas, agak diubah sedikit sih…

Bahan

*PREDOUGH
air panas 100 cc = 1/2 cup
terigu protein tinggi (bread flour) 50 gr = 3/8 + (1/3×1/8) cup

*SPONGE/BIANG
terigu protein tinggi 300 gr = 2 cup + 3/4 C kurangi sedikit
ragi instan 5 gr
gula pasir halus (confection sugar) 10 gr = 1/8 – (1/3×1/8) cup
air hangat 180 cc (karena tidak punya susu bubuk untuk bahan berikutnya, sang air digantikan dengan susu murni)

*ADONAN UTAMA
gula pasir halus 100 gr = 7/8 cup
garam 6 gr = 3/4 tbsp
mentega 60 gr = 1/4 cup tambah sedikit
1 resep ‘predough’
bread improver 2 gr=1/2 tsp
telur 1
serpihan es 28 gr=kira-kira 1 blok es batu
tepung protein tinggi 200 gr = 1 cup + 3/4 cup
madu 15 gr
susu bubuk 25 gr (kalau tadi belum pakai susu murni)

*ISI
160 gram salted butter, bagi menjadi 16 bagian @ 10 gram, bekukan.

*TOPPING
75 gram unsalted butter
100 g tepung gula
2 sdm kopi instan
1 butir telur
75 gram tepung terigu protein rendah
20 gram susu bubuk
1/2 sdt essence coffenoir

Cara membuat

*PREDOUGH
– Aduk semua bahan hingga rata, diatas api kecil
– Istirahatkan selama 2 jam di kulkas
Adonan predough tahan di kulkas hingga 1 bln, atau di freezer hingga 3 bln

*SPONGE/BIANG
-Uleni semua bahan hingga rata sekitar 6 menit
– Istirahatkan di suhu ruangan (agak hangat) 90 menit, di wadah yang ditutup lap lembab.

Nah.. setelah mengerjakan predough dan sponge.. bisa nonton film berdurasi 1,5 jam dulu :D.

*ADONAN UTAMA
– Masukkan predough ke dalam spone
– Tambahkan gula pasir halus, garam, susu bubuk, bread improver. Uleni rata
– Masukkan telur, madu, serpihan es. Uleni rata.
– Masukkan terigu protein tinggi, uleni rata.
– Masukkan serpihan es sedikit demi sedikit sambil terus diuleni
– Tambahkan mentega, uleni hingga kalis
– Istirahatkan 5 menit sebelum dibentuk sambil ditutup lap lembab.
– Olesi tangan dengan sedikit minyak salad, bagi adonan sesuai selera (untuk ukuran roti boy di toko, bagi menjadi 16 bulatan)
– Isi setiap bagian dengan bahan isian, bulatkan kembali, kemudian gilas hingga setebal kurang lebih 1 cm. Letakkan di loyang.
– Istirahatkan kembali selama 45 menit.

*TOPPING
Sambil menunggu roti mengembang lagi, siapkan topping
– Kocok mentega, tepung gula, dan kopi instant (sudah dilarutkan dalam 1 sdm air panas) sampai lembut,
– Masukkan telur, kocok merata.
– Masukkan tepung terigu dan susu bubuk dengan cara diayak.
– Terakhir masukkan essence coffenoir, kocok hingga rata

Setelah roti diistirahatkan selama 45 menit,
– Beri adonan topping diatas adonan roti yang sudah mengembang dengan cara melingkar seperti obat nyamuk.
– Bakar selama kurang lebih 20 mnt (hingga roti kecoklatan) di oven suhun 180 C / 356 F

nyam. nyam.. nyam…

Carseat 2

Dilihat-lihat, kok sepertinya tali carseat Dhika sudah berada di bawah bahunya.

Iseng-iseng diukur, ternyata beliau tinggal 1 cm dibawah batas maksimal tinggi badan yang bisa disangga sang carseat WALAUPUN masih jauh dibawah berat badan maksimalnya.

Mencari-cari info, ternyata sebaiknya sang anak masih memakai carseat dengan tali pengencang sendiri (bukan memakai seat beltnya mobil) hingga 4 tahun atau 20 kg sebelum kemudian pindah ke booster.

Yaiks! Mengingat harga carseat yang tidak murah gitu loh….

Jadi bingung….

Ternyata oh ternyata… daku sepertinya salah membeli…

Dahulu saya membeli carseat convertible untuk anak baru lahir hingga 20 kg dan tinggi 1 m. Dengan perhitungan ketika sang anak setinggi 1m, beliau adalah 20 kg. Mana saya tahu, beliau 1m nya belum 20 kg.
Jadi…

Kalau daku bisa mengulang lagi, maka pilihan pembelian carseat adalah:

1. Infant carseat (0-10 kg), dilanjutkan dengan carseat yang bisa diubah menjadi booster (10 kg – 40 kg)

infant carseatcarseat+booster

ATAU

2. Convertible carseat tapi dengan batas ketinggian dan berat yang lebih (0-30 kg), dilanjutkan dengan booster

convertible carseatbooster

Yah.. begitu deh.. semoga menjadi pembelajaran buat teman-teman lainnya….