serba-serbi

dipikir-pikir isinya ibu-ibu sekali…. (bapak-bapak gak usah takut gitu dong)

Arsip untuk Mei, 2010

Berat badan anak

Dalam tulisan ini saya menyoroti makanan dan minuman yang membuat berat badan meningkat secara langsung, bukan yang meningkatkan nafsu makan.

Setiap orang tua pasti ada masanya mempermasalahkan berat badan anaknya.

Kurang berat, umumnya.

Diberikanlah makanan dan minuman ajaib ini itu yang dapat membuat berat badan sang anak meningkat. Produk canggih A, B, dan C menjadi pilihan penyelesaian masalah berat badan ini berapapun biayanya dengan dalil demi kebaikan anak.

Jika dipikir lagi, apakah produk-produk ini menyelesaikan masalah pokok kurangnya berat badan anak kita  yang mungkin disebabkan oleh  anak kita tidak suka makan atau memang bawaan genetis yang kecil?

Apa gunanya ukuran badan anak kita menjadi besar, namun tidak bisa belajar makan dengan cara dan menu yang baik?

Apa gunanya memaksa anak yang bawaan genetisnya kecil menjadi besar sehingga walau sudah diberi makan sebakul pun dia tetap kecil?

Hanya karena demi anaknya enak dilihat karena tidak tampak kurus? Atau tidak malu jika anaknya kemudian disandingkan dengan anak lain yang montok?

Apakah anak kita menikmati badannya yang besar ini? Mungkin juga tidak. Mungkin dia lebih suka badannya kurus-kurus saja karena bisa lebih mudah jingkrak-jingkrak.

Apa salahnya memiliki anak yang kurus jika dia sudah terpenuhi asupan gizinya melalui makanan ‘asli’.

Saya tidak pernah ingat diri saya bertubuh montok pada saat kecil; namun seiring dengan waktu badan saya membesar juga, alhamdulillah bisa kuliah di ITB juga.

Menurut saya memastikan bahwa anak memakan dan terbiasa memakan makanan ‘asli’  bergizi lengkap lebih penting daripada sekedar meningkatkan berat badannya.

Terlalu banyak makanan di bumi ini untuk dijelajahi. Beribu resep sudah tercipta untuk mengolah bahan makanan tersebut. Mari bereksplorasi, berpetualang dalam menyajikan makanan yang terbaik untuk anak kita. Jangan cepat putus harapan dan beralih ke produk instan yang hanya  menghilangkan sakit kepala kita dalam mengatasi masalah makan  anak.

Berat badan anak saya ketika bayi -batita tidak pernah berada lebih dari rata-rata berat bayi pada umumnya, namun saat ini alhamdulilah dia tumbuh juga, membesar juga, makan banyak juga, kuat juga, dan pintar juga. Dan saya tidak menggantungkan diri kepada produk-produk ajaib itu (pernah sebentar, lalu berhenti – lihat ini).

Tidak sampai berperut buncit sih… (siapa juga yang perlu perut buncit)

Cukuplah…

Seperti kata dokternya ketika masih di Amrik:

Selama berat badan anaknya meningkat…. It’s OK!

Mengapa memasak untuk bayi?

Berbagai alasan saya pakai ketika anak saya bayi dan saya memasak hampir semua makanan yang dia makan.

1. Terjamin halal (dulu saya di Amrik ketika anak saya bayi)

2. Irit

3. Bebas pengawet

4. Jelas bahan bakunya, jelas kandungan gizinya

5. Mudah, ternyata tidak sesulit yang pernah dibayangkan (lebih sulit menyiapkan makanan untuk bapaknya 😀 ). Silakan membaca https://ndew.wordpress.com/2007/03/13/membuat-makanan-bayi-sendiri/

Namun dengan hanya berbekal 5 poin di atas, tanpa disangka didapat bonus juga. Hingga kini anak saya (5 thn) tidak hobi jajan, tidak hobi memakan makanan ringan kemasan, dan sangat cepat menyatukan selera makan dengan kami orangtuanya.

Usia 10 bulan sudah memakan nasi (digecek-gecek) memakai sup sayur (sayurnya dipotong kecil-kecil sekali), tanpa diblender. Sekarang sudah bisa makan hampir semua makanan saya, kecuali makanan yang terlalu pedas (sedikit pedas, alhamdulillah sudah bisa).

Jika ada cookies, wafer, atau keripik dan cemilan kemasan lainnya yang penuh pengawet, gula, dan msg di rumah kami, lebih sering benda-benda itu berakhir di tempat sampah dibandingkan di perut anak saya.

Juga dengan cemilan-cemilan bukan kemasan lainnya seperti gorengan, jajajan pasar, atau kue-kue, alhamdulillah beliau tidak begitu tertarik. Lebih senang mengemil buah-buahan segar.

Diluar perkiraan, ternyata jerih payah  dahulu memasak untuk bayi saya memberikan hasil yang lebih dari sekedar pengiritan.

Jadi, mengapa tidak memasak untuk bayi?