serba-serbi

dipikir-pikir isinya ibu-ibu sekali…. (bapak-bapak gak usah takut gitu dong)

Arsip untuk makanan

Serius bikin sendiri (roti boy)

rotiboy_ndew

Bisa dilihat dari fotonya, serius bikin sendiri gak bohong. Ada loyangnya kan… heheheh…

Akibat pingin, karena Dhika suka, sebab penasaran… akhirnya membuatlah sang roti boy.

Mengambil resep sang roti dari sini

, sementara resep topping dan isinya dari sini.

Rotinya lembut (padahal belum pakai bread improver dan madu), toppingnya juga krauk krauk. Yum.

Ini hasil kompilasi dari kedua resep di atas, agak diubah sedikit sih…

Bahan

*PREDOUGH
air panas 100 cc = 1/2 cup
terigu protein tinggi (bread flour) 50 gr = 3/8 + (1/3×1/8) cup

*SPONGE/BIANG
terigu protein tinggi 300 gr = 2 cup + 3/4 C kurangi sedikit
ragi instan 5 gr
gula pasir halus (confection sugar) 10 gr = 1/8 – (1/3×1/8) cup
air hangat 180 cc (karena tidak punya susu bubuk untuk bahan berikutnya, sang air digantikan dengan susu murni)

*ADONAN UTAMA
gula pasir halus 100 gr = 7/8 cup
garam 6 gr = 3/4 tbsp
mentega 60 gr = 1/4 cup tambah sedikit
1 resep ‘predough’
bread improver 2 gr=1/2 tsp
telur 1
serpihan es 28 gr=kira-kira 1 blok es batu
tepung protein tinggi 200 gr = 1 cup + 3/4 cup
madu 15 gr
susu bubuk 25 gr (kalau tadi belum pakai susu murni)

*ISI
160 gram salted butter, bagi menjadi 16 bagian @ 10 gram, bekukan.

*TOPPING
75 gram unsalted butter
100 g tepung gula
2 sdm kopi instan
1 butir telur
75 gram tepung terigu protein rendah
20 gram susu bubuk
1/2 sdt essence coffenoir

Cara membuat

*PREDOUGH
– Aduk semua bahan hingga rata, diatas api kecil
– Istirahatkan selama 2 jam di kulkas
Adonan predough tahan di kulkas hingga 1 bln, atau di freezer hingga 3 bln

*SPONGE/BIANG
-Uleni semua bahan hingga rata sekitar 6 menit
– Istirahatkan di suhu ruangan (agak hangat) 90 menit, di wadah yang ditutup lap lembab.

Nah.. setelah mengerjakan predough dan sponge.. bisa nonton film berdurasi 1,5 jam dulu :D.

*ADONAN UTAMA
– Masukkan predough ke dalam spone
– Tambahkan gula pasir halus, garam, susu bubuk, bread improver. Uleni rata
– Masukkan telur, madu, serpihan es. Uleni rata.
– Masukkan terigu protein tinggi, uleni rata.
– Masukkan serpihan es sedikit demi sedikit sambil terus diuleni
– Tambahkan mentega, uleni hingga kalis
– Istirahatkan 5 menit sebelum dibentuk sambil ditutup lap lembab.
– Olesi tangan dengan sedikit minyak salad, bagi adonan sesuai selera (untuk ukuran roti boy di toko, bagi menjadi 16 bulatan)
– Isi setiap bagian dengan bahan isian, bulatkan kembali, kemudian gilas hingga setebal kurang lebih 1 cm. Letakkan di loyang.
– Istirahatkan kembali selama 45 menit.

*TOPPING
Sambil menunggu roti mengembang lagi, siapkan topping
– Kocok mentega, tepung gula, dan kopi instant (sudah dilarutkan dalam 1 sdm air panas) sampai lembut,
– Masukkan telur, kocok merata.
– Masukkan tepung terigu dan susu bubuk dengan cara diayak.
– Terakhir masukkan essence coffenoir, kocok hingga rata

Setelah roti diistirahatkan selama 45 menit,
– Beri adonan topping diatas adonan roti yang sudah mengembang dengan cara melingkar seperti obat nyamuk.
– Bakar selama kurang lebih 20 mnt (hingga roti kecoklatan) di oven suhun 180 C / 356 F

nyam. nyam.. nyam…

Bento, mengemas bekal makanan anak

Bento

Baru kedatangan teman mantan siswa di Jepang.

“Bawa bento”, katanya.

Apa sih bento? Jadi ingat Hoka Hoka Bento.

Bento itu ‘lunch box’ katanya lagi. Bekal makan siang.

Memakai boks plastik, relatif kecil dibandingkan boks makan siangnya suami. Ditata rapi nasi beserta lauk dan sayurnya.

Tidak lama berselang, saya mendapatkan link ini dari salah satu email. Versi lebih niat dan super lebih indahnya dari bento yang dibawa teman saya tadi.

Barangkali bisa menjadi ide untuk menyiapkan bekal makan siang anda atau keluarga. Daripada selalu jajan diluar untuk makan siang. Lebih irit, lebih sehat, diduga anak-anak akan senang memakannya, dan bikin iri orang lain yang melihatnya (tidak perlu malu lagi kalau bekal ke kantor) … heheheeheh.

membuat makanan bayi sendiri

Sambil mengingat-ingat yang pernah dilakukan dua tahun yang lalu…..

Uhm… makanan bayi…

Tulisan berikut agaknya berlaku untuk bayi dibawah 8 bulan, yang masih memakan makanan lembut.
Di Amrik sini banyak sekali makanan bayi instan. Ada yang berbentuk tepung sereal dan juga makanan lembut berbagai disimpan di botol berukuran kira-kira satu porsi makan bayi. Bahkan sampai makanan balita pun ada yang instan. Tinggal masuk microwave, siap deh. (dipikir-pikir makanan mana yang tidak ada versi instannya di amrik.. hehehehe)

Baru tahu kemudian ketika pulang ke Indonesia ternyata di sana juga banyak makanan instan dalam bentuk tepung dengan berbagai rasa.

Demi pengiritan dan pemuasan hati (karena saya tidak yakin apa saja bahan-bahan yang ada di makanan instan itu, ada pengawetkah? cukup sayurkah? berlebih garamkah? berlebih gulakah?), saya memutuskan untuk meminimalisir pemakaian makanan bayi buatan pabrik kecuali untuk sereal karena dulu belum tahu ternyata bisa juga dibuat dirumah. Yang perlu diingat dalam membuat makanan bayi adalah JANGAN memakai garam atau gula, silakan baca ini untuk lebih lengkapnya.

Menyimpan makanan bayi

Dibekukan

Untuk mengurangi pekerjaan memasak untuk bayi, dan terbuangnya makanan lebihan bayi (bayi makan sangat sedikit), berbagai makanan bayi bisa dimasak dalam jumlah banyak lalu di bekukan di lemari es. Dengan cara ini , makanan bisa tahan agak lama. Perlu diingat juga tidak semua makanan bisa dibekukan, beberapa berubah teksturnya setelah masuk lemari pembeku seperti tahu. Silakan mencoba sendiri mana yang tetap baik dibekukan, mana yang tidak.

makanan bayi beku

Cara membuat:

1. Masak makanan bayi (satu macam, misal: apel) hingga berbentuk bubur lembut

2. Tuang ke dalam plastik pencetak es batu

3. Tutup plastik bila perlu

4. Simpan di lemari pembeku es (freezer)

5. Setelah beku, keluarkan dari plastik pencetak es batu, simpan ke dalam kantong plastik yang sudah diberi nama jenis makanan (misal: bubur apel) dan tanggal pembuatan di bagian luarnya.

6. Simpan kembali di lemari pembeku

7. Gunakan makanan yang sudah beku sesuai kebutuhan bayi. Misal satu atau dua buah hasil cetakan dengan satu atau lebih rasa dipadukan. Biarkan mencair dan hangatkan kembali sebelum dipakai.

Didinginkan

Makanan bayi bisa juga dibuat dengan jumlah sedikit, lalu setiap sisa makanan disimpan di lemari pendingin (refrigerator). Makanan yang didinginkan di lemari pendingin sebaiknya tidak dipakai bila sudah melebihi 48 jam (beberapa orang mengatakan bisa tahan hingga 72 jam).

Jangan memberi makan bayi langsung dari tempat menyimpannya. Ambil sedikit ke piring, bila kurang bisa ditambah. Air liur bayi yang menempel di sendok makannya bisa membawa bakteri yang membuat makanan menjadi cepat rusak.

Bubur tepung beras

Tidak tahu persis bisa atau tidak memakai tepung beras sudah jadi, yang jelas bisa membuat tepung beras sendiri dari beras.

Tepung beras dimasak hingga matang, kira-kira 15 menit. Sesuaikan kekentalannya dengan kebutuhan bayi anda.

Sereal beras buatan pabrik

Kandungannya gizinya sama saja dengan bubur tepung beras bahkan lebih sedikit karena sereal beras buatan pabrik ini sudah diolah terlebih dahulu dengan cara dicuci berkali-kali, dimasak, dan dikeringkan yang mengakibatkan banyak kandungan gizi yang terbuang dalam proses pengolahan.

Hanya saja, sereal buatan pabrik ini sangat mudah dalam pemakaiannya karena tidak perlu dimasak lagi.

Kaldu

Kaldu adalah benda penting yang sebaiknya dimiliki setiap saat terutama ketika bayi sudah bisa memakannya. Bisa kaldu ayam, atau kaldu daging. Banyak yang menyarankan membuat kaldu dari kaki ayam karena memiliki kandungan gizi yang tinggi. Karena lebih awet, lebih baik dalam bentuk beku. Gunakan seperlunya sesuai dengan kebutuhan.

Untuk pemakaiannya, tinggal didihkan ulang kemudia masukkan bahan-bahan makanan lainnya seperti sayuran, daging, tahu, keju, apapun ke dalamnya. Rebus sebentar, haluskan sesuai dengan kebutuhan bayi. Selesai.

Bubur sayuran

Pada dasarnya bisa menggunakan sayuran apapun. Umbi-umbian, labu-labuan, daun-daunan, brokoli, bunga kol, wortel, biji kacang-kacangan misalnya kacang hijau yang sudah dibuang kulitnya, tahu.

Cara membuat:

1. Sayuran dikupas, dipotong-potong, lalu dimasak; bisa direbus atau dikukus (dikukus lebih baik, karena gizinya tidak terbuang ke air). Untuk biji kacang hijau bisa direbus hingga halus.

2. Sayuran matang dihaluskan, bisa menggunakan blender atau disaring sesuai kebutuhan anak. Bila menggunakan blender, gunakan air sisa rebusan sayuran sebagai cairan memblender. KECUALI untuk air sisa rebusan wortel dan daun hijau karena memiliki kandungan nitrat yang tinggi.

3. Siap pakai, atau disimpan.

4. Tambahkan bubur beras atau sereal ketika akan dipakai bila dirasa kurang kental.

Bubur buah-buahan

Beberapa buah ada bisa langsung dimakan tanpa harus dimasak (pisang, alpukat). Untuk buah-buahan yang agak keras (apel, pear) sebaiknya dimasak terlebih dahulu. Proses pembuatannya sama dengan membuat bubur sayuran.

Beberapa buah akan berubah menjadi kecoklatan apabila disimpan. Untuk menghindari hal ini, bisa diberikan sedikit perasan lemon sebelum bubur buah-buahan akan disimpan.

sumber:

http://www.wholesomebabyfood.com

http://www.surgerydoor.co.uk/

dan beberapa buku ‘Baby’s Food’ (lupa)
gambar sumbangan dari: ridha dan yanti (muakasih…)

saus tomat (Spaghetti Bolognaise)


Pada suatu hari, saya mencoba sebuah resep dari dapurbundanya almarhumah bunda Inong. Spaghetti Bolognaise namanya. Dicoba dibuat dalam rangka membantu mendokumentasikan resep-resep karya bunda Inong.
Karena syaratnya tidak mengubah resep demi keotentikan dokumen agaknya, saya mencoba sebisa mungkin dikerjakan sesuai resep.

Saya memilih resep ini dengan dasar terlihat mudah membuatnya dan bahan-bahannya mudah dicari diperantauan.
Ternyata oh ternyata, tak semudah yang dikira.
Masalah utama adalah dalam pemakaian bahasa.

Didalam resep itu tercantum bahwa salah satu bahan yang dipakai adalah saus tomat.
Kalaulah saya belum merantau seperti sekarang dan saya tidak tahu bahwa bunda Inong juga merantau di luar negeri sudah dapat dipastikan saya akan langsung mengambil saus tomat yang biasa dipakai sebagai rekan santap kentang dan ayam goreng.

Di negara perantauan saya ini, saus tomat temannya kentang dan ayam goreng itu tidak disebut ‘tomato sauce’, melainkan tomato ketchup.
‘Tomato sauce’ yang kalau diterjemahkan bebas adalah ‘saus tomat’, biasanya dikemas di kaleng, rasanya lebih asam daripada saus tomat dan lebih encer.
Hal ini yang membuat saya bingung. Saus tomat mana yang dimaksud oleh si empunya resep; ‘tomato sauce’ atau ‘tomato ketchup’.

Nah, dengan modal nekat dan siap membuat ulang kalau-kalau gagal. Dipakailah ‘tomato ketchup’ sebagai saus tomat yang tercantum didalam resep.
Entah benar atau tidak, yang jelas spaghetti bolognaisenya terlihat seperti spaghetti bolognaise.
Rasanya juga uennnak.
Tidak disangka dengan resep yang begitu simpel bisa menjadi seenak itu.
Semoga memang rasa itu yang dimaksud oleh bunda Inong.

Berikut resepnya:
Bahan:
250 gr spagheti (aku biasa pakai La Fonte)
keju parut secukupnya

Saus:
1 sdm mentega
75 gr bawang bombay, cincang halus
2 siung bawang putih, cincang halus
250 gr daging sapi cincang
1 sdt merica bubuk
1/2 sdt pala bubuk
1 sdt oregano + basil bubuk
100 gr saus tomat
50 gr pasta tomat
100 cc kaldu
garam

Cara:
1. Rebus spagheti sampai matang, angkat, tambahkan 1 sdm mentega, aduk rata, dinginkan.
2. Buat Saus:
Panaskan mentega, tumis bawang bombay, bawang putih sampai wangi.
Masukkan daging cincang, aduk-aduk sampai daging berubah warna.
3. Tambahkan semua bumbu, saus tomat, pasta tomat, kaldu, garam. Aduk-aduk
sampai daging matang, dan bumbu meresap.
4. Hidangkan spagheti dengan saus daging, lalu taburi keju parut.

temannya nasi india

Yang ini kisah kari berkuah yang isinya sayuran.

Bahan:
Kemarin disuguhi kentang dipotong dadu dengan kacang merah.
Saya mencoba memakai kentang potong dadu, kacang polong, wortel potong dadu, ditambah daging ayam cincang.

Bumbu:
Bawang bombay, dicincang
Bawang putih, dicincang
Jahe, dicincang
Biji jintan
Cabai bubuk/cabai halus
Kunyit bubuk/ kunyit halus
Ketumbar bubuk
Garam masala sedikit
Garam
Minyak untuk menumis

Cara membuat
Tumis bawang bombay, bawang putih, dan jahe.
Masukan daging cincang, masak hingga berubah warna.
Masukan bumbu lainnya sampai wangi.
Masukan sayuran.
Tambah air.
Masak hingga sayuran matang.

Kentang dan kacang yang dimasak hingga hampir hancur membuat kuah menjadi agak kental.
Kalau mau lebih kental, bisa ditambahkan dal (isi kacang-kacangan) yang juga dimasak sampai hancur.

Cara memakannya, kari ini disiram ke nasi india, dimakan deh. Atau dicomot (euleuh bahasa) menggunakan chipati (roti tipis bulat).

nasi india

Pada suatu hari bertandang ke rumah teman, Rashmi namanya. Disuguhi makanan nasi (saya menyebutnya nasi india), semacam kari berkuah isinya sayuran (Rashmi adalah vegetarian), kari kering sayuran juga, dan chapati (roti bulat tipis). Ennak…(makanan apa juga yang tidak enak kalau tidak perlu memasak dan gratisan 😀 )

Nah, ini kisah tentang nasinya. Saya tidak tahu persis namanya. Sepertinya ini bentuk paling sederhana dari nasi mereka yang kayaknya tidak pernah makan nasi putih. Belum sempat terfoto sudah habis duluan, Insya Allah kalau bikin lagi, difoto dulu.

Bahan:
Beras basmati
Biji jintan
Minyak
Garam sedikit
Kalau mau diberi bawang bombay boleh

Di dalam panci masukan beras, tambah air dilebihkan satu ruas jari tangan diatas berasnya.
Masukan sedikit minyak
Taburi biji jintan
Beri garam
Aduk
Rebus dalam panci tertutup sampai nasi matang
Setelah nasi matang, aduk nasi, buka tutup panci sampai uap dari nasi habis. (biasanya nasinya tidak lembek dan agak kering)
Hidangkan panas-panas

Pizza instan

Padahal rencananya tidak mau pasang resep, tapi berhubung agak aneh, dipasang juga deh.
Didapat dari teman orang India di sini (makasih Kinjal)

Membuat pizza itu pada dasarnya mudah. Bikin rotinya, olesi sausnya, kasih isinya, taburi keju.
Yang membuat agak repot itu adalah membuat rotinya. Bukan apa-apa, lama menunggu raginya mengembang. Bisa 1/2 jam sampai 1 jam sendiri. Nah, si temanku ini memberi cara yang lebih singkat. Menggunakan tepung instan pembuat pancake, tidak memakai ragi, jadi tidak perlu menunggu.

Tepung instan pembuat pancake dicampur air dingin, di aduk sampai jadi seperti adonan roti.
Dibentuk bulat pipih, dibakar sampai setengah matang.
Setelah setengah matang, diolesi sausnya, saya suka memakai saus spageti botolan.
Taburi dengan isinya, apapun yang disuka, saya suka paprika, jamur, bawang bombay, dan sosis (bikin daging cincang jadi kerjaan lagi sih :D).
Terakhir taburi dengan keju parut. Keju rasa apapun, tapi lebih enak kalau dicampur dengan keju mozzarella supaya ada efek-efek keju lelehnya yang penuh ‘dosa’ itu.
Bakar lagi hingga semua matang.
Yum!

Selamat mencoba.