serba-serbi

dipikir-pikir isinya ibu-ibu sekali…. (bapak-bapak gak usah takut gitu dong)

Arsip untuk serba-serbi

Rumah Bermain Padi – Montessori Islami – Playgroup/TK

Untuk Rumah Bermain Padi…

Jl. Cigadung Raya Timur 106, Bandung

022-2500372

Rumah Bermain Padi adalah bagaikan oasis di tengah padang pasir. Dengan halamannya yang luas dan hijau, bangunan yang unik, mainan dan alat peraga yang sangat banyak, serta perbandingan guru murid yang memadai telah menjawab kedahagaan atas fasilitas pendidikan yang baik untuk anak Dhika. Cinta pada pandangan pertama.

Dalam perjalanannya Rumah Bermain Padi tidak hanya memberikan fasilitas fisik yang baik namun juga telah memberikan fasilitas non fisik yang sangat memuaskan. Bunda yang sangat penyabar dan perhatian terhadap muridnya, materi pelajaran yang sangat luas, serta metoda pengajaran yang unik dan mudah dicerna oleh anak-anak.

Montessori bernafaskan Islami yang pada awalnya bukan merupakan prioritas dalam pemilihan sekolah ternyata telah berjasa dalam memperkenalkan anak atas konsep-konsep pelajaran dan pengetahuan pada tingkat selanjutnya, kehidupan sehari-hari, dan yang terpenting adalah pengenalan terhadap agamanya sendiri yakni Islam.

Terima kasih untuk Bunda Julia yang telah membuat fasilitas yang sangat nyaman dan membawa virus Montessori ke Bandung serta mengolahnya menjadi lebih menarik dengan memberikan nafas Islami ke dalamnya.

Terima kasih untuk para Bunda yang sudah begitu sabar dan telaten memperkenalkan ‘dunia’ kepada Dhika serta memfasilitasi dan membantunya dalam belajar bersosialisasi dengan teman-temannya.

Terima kasih untuk Pak Ijang dan teman-temannya yang telah membantu menjaga dan juga melayani keperluan anak-anak.

Mohon maaf jika selama ini kami melakukan kesalahan atau menyinggung perasaan Bunda dan Bapak sekalian.

Semoga silaturahmi yang terjalin dapat terus berlanjut.

Iklan

Mengapa memasak untuk bayi?

Berbagai alasan saya pakai ketika anak saya bayi dan saya memasak hampir semua makanan yang dia makan.

1. Terjamin halal (dulu saya di Amrik ketika anak saya bayi)

2. Irit

3. Bebas pengawet

4. Jelas bahan bakunya, jelas kandungan gizinya

5. Mudah, ternyata tidak sesulit yang pernah dibayangkan (lebih sulit menyiapkan makanan untuk bapaknya 😀 ). Silakan membaca https://ndew.wordpress.com/2007/03/13/membuat-makanan-bayi-sendiri/

Namun dengan hanya berbekal 5 poin di atas, tanpa disangka didapat bonus juga. Hingga kini anak saya (5 thn) tidak hobi jajan, tidak hobi memakan makanan ringan kemasan, dan sangat cepat menyatukan selera makan dengan kami orangtuanya.

Usia 10 bulan sudah memakan nasi (digecek-gecek) memakai sup sayur (sayurnya dipotong kecil-kecil sekali), tanpa diblender. Sekarang sudah bisa makan hampir semua makanan saya, kecuali makanan yang terlalu pedas (sedikit pedas, alhamdulillah sudah bisa).

Jika ada cookies, wafer, atau keripik dan cemilan kemasan lainnya yang penuh pengawet, gula, dan msg di rumah kami, lebih sering benda-benda itu berakhir di tempat sampah dibandingkan di perut anak saya.

Juga dengan cemilan-cemilan bukan kemasan lainnya seperti gorengan, jajajan pasar, atau kue-kue, alhamdulillah beliau tidak begitu tertarik. Lebih senang mengemil buah-buahan segar.

Diluar perkiraan, ternyata jerih payah  dahulu memasak untuk bayi saya memberikan hasil yang lebih dari sekedar pengiritan.

Jadi, mengapa tidak memasak untuk bayi?

Apakah minuman kemasan baik untuk kesehatan?

Tahukah anda berapa banyak gula yang terkandung di dalam minuman kemasan anda?

Minuman kemasan yang dimaksud adalah minuman yang sudah dikemas di dalam kaleng atau botol atau kotak, yang sudah siap anda minum tanpa harus memasaknya lagi.

Beruntung sekarang pemerintah sepertinya sudah mewajibkan para produsen makanan/minuman untuk mencantumkan kandungan gizi produknya di dalam kemasannya. Dengan demikian anda dapat dengan mudah melihat berapa banyak kandungan salah satunya gula (sugar)  di dalam minuman kemasan anda.

Sering tercantum 32 gr, 24 gr, dsb.

Berapa banyakkah 32 gr gula itu?

Menurut Joy Bauer seorang ahli nutrisi dalam http://www.msnbc.msn.com/id/10879824/, 1 sendok teh gula itu berarti sama dengan 4 gr gula.

Jadi, 32 gr gula itu sama dengan 8 sendok teh gula.

Bayangkan anda membuat secangkir teh manis atau kopi atau susu atau jus jeruk dengan tambahan gula sebanyak 8 sendok teh!

Bayangkan jika anda memberikan susu/jus dalam kemasan kepada anak anda 2 atau 3 kali sehari, berapa banyak gula yang sudah mereka telan?

Jadi apa salahnya kebanyakan mengkonsumsi gula?

Itu cerita lain lagi.. tapi silakan cari jawabannya dengan kata kunci obesitas (kegemukan) dan diabetes

Membuat Kompos di Rumah

Terdapat berbagai cara dengan menggunakan berbagai alat bantu untuk membuat kompos.
Sepertinya salah satu cara yang paling sederhana dan tidak memerlukan modal adalah membuat kompos dengan bantuan cacing tanah. Hasil pembuatan kompos dengan bantuan cacing ini biasa juga disebut vermikompos.  Vermikompos merupakan campuran kotoran cacing tanah (casting) dengan sisa media atau pakan dalam budidaya cacing tanah. Oleh karena itu vermikompos merupakan pupuk organik yang ramah lingkungan.

Bagaimana bisa tanpa modal?

Bahan utama pembuatan vermikompos adalah cacing tanah dan bahan-bahan organik untuk makanan sang cacing.
Cacing tanah, kira-kira di setiap tanah terbuka, halaman rumah, atau kebun memiliki cacing tanah.
Bahan organik, gunakan bahan organik dari sampah rumah tangga anda (silakan baca tulisan Memanfaatkan Sampah Rumah Tangga).

Apakah bau atau menjijikan?

Selain geli melihat sang cacing, pembuatan vermikompos ini jauh dari jijik dan bau. Karena setiap proses pengomposan yang berhasil memang tidak akan berbau, lain halnya jika terjadi pembusukan.

Caranya
Untuk yang mempunyai halaman
Gunakan ember atau tong sampah atau keranjang cucian yang berlubang berukuran agak besar, beri lubang bagian bawahnya atau bisa juga hanya digundukkan di halaman.
1. Siapkan cacing beserta sedikit tanah untuk tempat tinggal cacing sementara kompos belum jadi pada bagian bawah wadah yang dipakai.
2. Masukan sampah rumah tangga atau bahan organik lainnya ke dalam wadah bercacing. Setiap kali akan menambah bahan organik, ada baiknya isi wadah diaduk terlebih dahulu.
3. Vermikompos telah siap pakai apabila dengan warna hitam kecoklatan hingga hitam, tidak berbau, bertekstur remah.
4. Cara memanen vermikompos adalah dengan menumpahkan isi wadah di bawah sinar matahari. Cacing tanah akan bersembunyi ke dalam hasil kompos karena menghindari cahaya, sementara bagian atasnya merupakan kompos yang siap digunakan.
Sisakan cacing dan sedikit hasil kompos untuk membuat kompos yang berikutnya.

Untuk yang tidak mempunyai halaman
Jangan bersedih hati atau beralasan tidak bisa memanfaatkan sampah organik rumah tangga karena tidak memiliki halaman.
Karena ternyata bisa juga membuat kompos di dalam ruangan.

1. Siapkan rak vermikompos yang bisa dibeli di toko pertanian, atau buatlah rak susun dari kayu/ rak plastik seperti filling kabinet (minta bantuan tukang furniture, buat yang cantik), raknya model vertikal pindah dari atas ke bawah dengan 4 laci, tinggi antar laci kira 15 – 30 cm. Tiga diantara laci tersebut diberi lubang agar cacing bisa leluasa naik turun. Biasanya cacing akan naik dari rak paling bawah. (cara ini memungkinkan kita tidak bersentuhan dengan cacing)
2. Siapkan media kehidupan bagi cacing (seperti rumah yang nyaman) selain itu media ini juga sebagai pakan awalnya. Bisa menggunakan tanah tempat tinggal sang cacing. Cacing dan media awal disimpan di laci paling bawah (tanpa lubang dibagian bawahnya) setinggi 2/3 laci.
3. Lokasinya harus mudah diawasi dan tidak terkena matahari/hujan secara langsung
4. Masukan sampah organik yang diproduksi setiap hari di atas media awal. (B. C. D laci berlubang) nantinya cacing dengan sendirinya akan merayap ke atas, jika sudah melahap habis media awal.
7. lakukan perguliran media secara rutin jika media paling bawah (A) sudah habis dan tinggal butiran hitam yang berupa kokon (telur cacing) keluarkan dan balik di terik matahari, cacing muda akan berkumpul di bawah menghindari cahaya. Anda tinggal panen kascing dari atas.
8. Isi media dengan sampah, masukkan cacing muda ke media (laci B, C, D) yang sudah jadi , begitu seterusnya
9. Laci B, C, D ini berisi sampah organik dari dapur anda, pastikan tidak mengandung lemak, atau pisahkan yang berlemak masukkan ke dalam lubang biopori.
10. Satu laci bisa memuat sampah setara 40 kg yang mampu dilahap cacing selama 30 hari, sehingga sampah di rak atas atau bawahnya sudah siap menjadi media baru cacing.
11. Musuh cacing pasti ada yaitu semut dan tikus, kecoa pastikan mereka tidak mendekat dengan cara menggarisi rak dengan kapur anti semut/kecoa. Untuk tikus asalkan sampah tidak tercecer dan rak tertutup rapat maka tikus tidak akan menyantroni rak anda
Sumber:

Ritapunto, SEI – Bekasi, Oktober 2008, wikimu.com
IPPTP Mataram , kascing.com

Apa kabar Indonesia?

Tentu tidak sebersih dan seteratur Amerika, itu sudah saya perkirakan.

Harga sayuran sangat murah dibandingkan di Baltimore. 1 ikat kangkung hanya seribu rupiah, bandingkan dengan harga yang hampir $2.00 per ponnya di Amerika sana.
Harga daging dan ayam agaknya hampir sama dengan di US.
Harga ikan.. belum terlalu jelas, diduga agak lebih murah.

Kota Bandung semakin padat, sepertinya tidak boleh ada sepenggal tanah pun yang tidak dijadikan tempat tinggal atau tempat usaha. Beberapa lahan yang 3 tahun lalu seperti tak bertuan sekarang sudah berubah menjadi kios usaha.

Soal makanan, jangan ditanya. Sejauh ini Bandung masih surganya dari kelas pinggir jalan sampai kafe. Hanya sayangnya saya belum berani mencoba makanan yang terlalu aneh-aneh dan terlalu di pinggir jalan. Tunggu perut dan badan adaptasi dulu daripada harus menjadi sahabat kamar mandi.

Angkutan kota? Biayanya masih sama dengan setahun yang lalu. Kira-kira Rp 1.500 –  Rp 2.000 sekali jalan. Masih belum teratur dan masih rajin ‘ngetem’.

Jalan Dago? (penggal jalan Riau hingga pasar Simpang) Wuih! Gila! Super mengejutkan! Benar-benar menjadi pusat kegiatan ekonomi. Dari hotel bintang 4 atau 5 itu ya, Factory Outlet, restoran, kantor, sampai bengkel dan dealer mobil bahkan tempat pengisian bensin besar ada disini.

Satu hal yang membuat saya sangat terkejut.
Polusi. Iya, polusi udara.
Sangat berubah warna udara di kota tercintaku ini dibandingkan dengan 3 tahun atau bahkan tahun lalu. Di mana-mana sudah bukan tak berwarna atau coklat lagi, melainkan kebiru-biruan. Sangat jelas itu diakibatkan dari gas buangan kendaraan bermotor yang jelas juga terlihat sangat banyak populasinya.
Pernah saya tanyakan ke Bapak saya, “Memangnya tidak ada uji emisi ya?”
“Yah, beginilah negara kalau belum makmur, belum memikirkan hal-hal yang seperti itu.”, katanya.

Untungnya kalau malam masih dingin, kalau ke rumah nenek masih selalu tersedia makanan di meja makannya dan disambut dengan hangat, kalau berjalan masih perlu lirik kiri kanan karena mungkin berpapasan dengan teman atau ada orang yang ingin berbagi senyumnya dengan saya.
Priceless.

5,5 tahun di Amerika

Terlalu banyak pengalaman baru untuk diceritakan di satu tulisan, indah dan buruk.

Yang jelas dari sekian banyak cerita, ada dua hal yang paling saya rindukan.

Teman-teman yang sudah hampir seperti saudara yang saya harap masih bisa berjumpa lagi di lain waktu. Semoga mereka semua menikmati keberadaan saya, seperti saya sangat menikmati keberadaan mereka di sana.

‘Bargain’! Kemungkinan berbelanja barang-barang dengan harga super murah akibat rajinnya pertokoan mengadakan penurunan harga besar-besaran untuk barang-barang yang sudah tidak pada musimnya.

Seperti dikatakan teman saya,

‘Satu bab perjalanan hidup….’

A Whole New World

I can show you the world
Shining, shimmering, splendid
Tell me, princess, now when did
You last let your heart decide?

I can open your eyes
Take you wonder by wonder
Over, sideways and under
On a magic carpet ride

A whole new world
A new fantastic point of view
No one to tell us no
Or where to go
Or say we’re only dreaming

A whole new world
A dazzling place I never knew
But when I’m way up here
It’s crystal clear
That now I’m in a whole new world with you
Now I’m in a whole new world with you

Unbelievable sights
Indescribable feeling
Soaring, tumbling, freewheeling
Through an endless diamond sky

A whole new world
Don’t you dare close your eyes
A hundred thousand things to see
Hold your breath – it gets better
I’m like a shooting star
I’ve come so far
I can’t go back to where I used to be

A whole new world
Every turn a surprise
With new horizons to pursue
Every moment red-letter
I’ll chase them anywhere
There’s time to spare
Let me share this whole new world with you

A whole new world
That’s where we’ll be
A thrilling chase
A wondrous place
For you and me